RADARPAPUA – Samsung resmi memulai distribusi pembaruan beta One UI 8 berbasis Android 16 untuk pengguna ponsel flagship terbarunya di beberapa wilayah.
Langkah ini menjadi kabar baik bagi pemilik seri Galaxy S24, Galaxy Z Fold6, dan Galaxy Z Flip6 yang sudah menantikan kesempatan menjajal fitur Android generasi terbaru sebelum rilis resmi.
Berdasarkan laporan dari informan teknologi Tarun Vats, program beta ini telah tersedia untuk pengguna Galaxy S24 di Inggris dan Korea Selatan.
Semua varian, mulai dari Galaxy S24, Galaxy S24+, hingga Galaxy S24 Ultra yang tidak terkunci, bisa langsung bergabung.
Sementara itu, pengguna di Amerika Serikat dan India dipastikan akan segera mendapatkan kesempatan serupa.
Tidak hanya seri S24, Samsung juga menghadirkan pembaruan beta One UI 8 untuk pemilik Galaxy Z Fold6 dan Galaxy Z Flip6 di Korea Selatan.
Hal ini memperlihatkan komitmen perusahaan untuk memastikan lini flagship lipatnya mendapat pembaruan bersamaan dengan perangkat seri S.
Pembaruan ini membawa nomor versi berbeda di setiap wilayah, seperti S926BXXU9ZYH3, S926BOXM9ZYH3, atau S926BXXU9CYH3. Ukuran file mencapai sekitar 3,2 GB, sehingga pengguna disarankan menggunakan koneksi Wi-Fi stabil saat mengunduh.
Selain membawa tampilan dan fitur baru khas Android 16, update ini juga menyertakan patch keamanan Android terbaru yang dirilis pada 1 Agustus 2025.
Untuk mengikuti program ini, pengguna perlu mengunduh aplikasi Samsung Members di perangkat mereka.
Setelah masuk menggunakan akun Samsung, spanduk pendaftaran program beta akan muncul jika wilayahnya termasuk yang didukung. Begitu mendaftar, pembaruan beta akan tersedia di menu “Pembaruan Perangkat Lunak” pada pengaturan ponsel.
Kehadiran One UI 8 berbasis Android 16 di tahap beta memungkinkan pengguna mencicipi berbagai peningkatan, mulai dari optimasi antarmuka, fitur keamanan yang lebih kuat, hingga kemungkinan penambahan fungsi baru yang akan memperkaya pengalaman penggunaan sehari-hari.
Meski begitu, Samsung tetap mengingatkan bahwa versi beta mungkin masih mengandung bug, sehingga pengguna yang mengandalkan ponsel untuk aktivitas penting sebaiknya mempertimbangkan sebelum melakukan instalasi.
Dengan langkah ini, Samsung tidak hanya memberi akses lebih awal kepada pengguna setia, tetapi juga mengajak mereka menjadi bagian dari proses penyempurnaan sistem sebelum rilis resmi ke publik global.(Sil)
Editor : Prisilia Rumengan