Berita Terbaru Business Ekbis Ekonomi & Bisnis Fakfak Feature Gedung Bintang Hiburan Hukum & Kriminal Humaniora Internasional Kesehatan Kota Sorong Lifestyle & Teknologi Manokwari Selatan Nasional News Nusantara Olahraga Opini Otomotif Papua Raya Pegunungan Arfak Publika Publika & Politik Sorong Selatan Tambrauw Teluk Bintuni Teluk Wondama Teropong

Alat Batu Berusia 2,6 Juta Tahun Ungkap Manusia Purba Sudah Bisa Merencanakan Masa Depan

Richard Lawongan • Senin, 18 Agustus 2025 | 09:06 WIB

These stone tools were made from a variety of materials that could not be found locally. (Image credit: E.M Finestone, J.S. Oliver, Homa Peninsula Paleoanthropology Project)
These stone tools were made from a variety of materials that could not be found locally. (Image credit: E.M Finestone, J.S. Oliver, Homa Peninsula Paleoanthropology Project)

RADARPAPUA - Para ilmuwan menemukan bukti baru bahwa manusia purba ternyata sudah berpikir lebih maju dari yang diperkirakan sebelumnya.

Penemuan ini berasal dari alat batu berusia sekitar 2,6 juta tahun yang ditemukan di Ethiopia, Afrika Timur.

Alat batu ini bukan sekadar benda biasa, tapi menunjukkan kemampuan manusia purba untuk membuat peralatan dengan rencana yang jelas.

Menurut penelitian terbaru, alat batu tersebut dibuat jauh lebih awal dari perkiraan, sekitar 600 ribu tahun lebih cepat.

Hal ini berarti nenek moyang manusia sudah punya kemampuan berpikir ke depan, bukan hanya sekadar bertahan hidup.

Alat yang ditemukan ini termasuk bagian dari teknologi Oldowan, yaitu salah satu teknologi batu paling awal di dunia.

Oldowan dikenal sebagai teknik membuat alat sederhana, seperti memecah batu untuk menghasilkan sisi tajam.

Dengan sisi tajam itu, manusia purba bisa memotong daging, kulit, atau bahkan tulang hewan.

Yang mengejutkan, pola pembuatan alat ini tidak asal-asalan, tapi mengikuti teknik yang teratur dan penuh perencanaan.

Dilansir dari LiveScience, hal ini menandakan kemampuan kognitif manusia purba lebih kompleks dari yang kita kira.

Selama ini, para peneliti percaya bahwa perencanaan jangka panjang baru dimiliki oleh Homo erectus.

Namun, dengan penemuan ini, ternyata Homo habilis atau bahkan spesies sebelum mereka sudah bisa berpikir jauh ke depan.

Artinya, manusia purba sudah memiliki “visi masa depan” sederhana meski hidup dalam kondisi liar dan penuh tantangan.

Bukti ini juga memperlihatkan bahwa evolusi otak manusia tidak berlangsung tiba-tiba, melainkan bertahap dan terus berkembang.

Peralatan seperti ini memberi gambaran bagaimana manusia purba memanfaatkan alam untuk mendukung kehidupannya.

Alat batu menjadi salah satu bukti penting bahwa manusia berbeda dengan hewan lain karena bisa menciptakan teknologi.

Teknologi ini mungkin sederhana, tetapi menjadi fondasi besar bagi perkembangan peradaban manusia di masa depan.

Penemuan di Ethiopia ini juga memperkuat teori bahwa Afrika adalah pusat awal lahirnya manusia dan kebudayaannya.

Dengan alat sederhana itu, manusia purba berhasil membuka jalan menuju perkembangan ilmu, budaya, hingga teknologi modern.

Dari alat batu kecil inilah, kita bisa melihat langkah pertama manusia menuju dunia seperti yang kita kenal sekarang. (aak)

Editor : Richard Lawongan
#EvolusiManusia #Oldowan #paleontologi #HomoHabilis #arkeologi