Berita Terbaru Business Ekbis Ekonomi & Bisnis Fakfak Feature Gedung Bintang Hiburan Hukum & Kriminal Humaniora Internasional Kesehatan Kota Sorong Lifestyle & Teknologi Manokwari Selatan Nasional News Nusantara Olahraga Opini Otomotif Papua Raya Pegunungan Arfak Publika Publika & Politik Sorong Selatan Tambrauw Teluk Bintuni Teluk Wondama Teropong

Kapak Kerucut 3.000 Tahun: Diciptakan dari Logam Bintang yang Jatuh ke Bumi

Prisilia Rumengan • Rabu, 27 Agustus 2025 | 12:09 WIB
The conical axe, suspected to be a Bronze Age relic, was discovered by a resident of Paau Village, Aranio District, Banjar Regency.
The conical axe, suspected to be a Bronze Age relic, was discovered by a resident of Paau Village, Aranio District, Banjar Regency.

RADARPAPUA - Sebuah kapak unik berusia lebih dari 3.000 tahun ditemukan di Indonesia,

terbuat dari logam yang kemungkinan berasal dari meteor—penemuan yang langsung menarik perhatian arkeolog dan ahli budaya lokal.

Artefak ini, dikenal oleh penduduk desa sebagai “Gigi Petir”, ditemukan secara tak terduga oleh

warga yang sedang mencari emas di Kalimantan; bentuk konikalnya dan siluetnya yang artistik membuatnya langsung dikenali sebagai benda yang langka.

Menurut arkeolog Ida Bagus Putu Prajna Yogi, dalam kariernya mempelajari arkeologi Kalimantan, ia belum pernah melihat kapak seperti ini sebelumnya—sebuah bukti bahwa masyarakat zaman

Perunggu di pulau tersebut memiliki keahlian metalurgi tinggi yang tidak biasa.

Hartatik, anggota Tim Ahli Warisan Budaya Kabupaten Banjar, menerangkan bahwa menurut legenda lokal, alat yang menyerupai permata ini tiba di tanah saat sambaran petir. Namun banyak

ilmuwan yang menduga bahwa kapak ini dibuat dari potongan logam meteor—karena logam meteorit memiliki komposisi unik yang tidak biasa diproduksi secara lokal.

Kapak tersebut kemungkinan tidak dibuat untuk digunakan dalam keseharian, melainkan sebagai simbol status atau barang perdagangan karena ukurannya yang kecil dan detail artistiknya—

menunjukkan pemakainya memiliki posisi sosial tinggi dalam masyarakat zaman itu.

Tim lokal dan BRIN kini bekerja sama untuk melakukan analisis lanjut; fokus utama adalah memastikan keaslian artefak serta menentukan apakah benar dibuat dari logam meteorit yang

Baca Juga: Jejak Perdagangan Laut Kuno dari Papua ke Australia Terungkap

jatuh dari langit. Jika benar, ini akan menjadi penemuan penting yang meredefinisi pemahaman kita tentang teknologi kuno di Borneo dan interaksi mereka dengan material langit.

(AR)

 

Editor : Prisilia Rumengan
#ArkeologiIndonesia #WarisanBanjar #LogamLuarAngkasa #BronzeAgeBorneo #KapakMeteorit