RADARPAPUA - Para arkeolog di Peru baru saja menemukan mural berwarna yang diperkirakan berusia lebih dari 3.000 tahun.
Mural ini ditemukan di situs arkeologi bernama Vichama, yang merupakan bagian dari peradaban kuno Caral.
Menurut LiveScience, mural tersebut menampilkan gambar ikan, bintang, dan figur yang dipercaya sebagai dewa.
Penemuan ini dianggap sebagai salah satu yang paling luar biasa dalam sejarah arkeologi Peru.
Peradaban Caral sendiri adalah salah satu peradaban tertua di benua Amerika, bahkan lebih tua dari Inca.
Mural yang ditemukan memperlihatkan detail warna yang masih bertahan meski telah berusia ribuan tahun.
Para peneliti menilai bahwa mural ini tidak hanya sebagai hiasan, tetapi juga memiliki makna spiritual.
Gambar ikan dipercaya melambangkan hubungan manusia dengan laut sebagai sumber kehidupan.
Sementara gambar bintang mungkin berhubungan dengan astronomi yang diyakini penting bagi masyarakat kuno.
Figur dewa yang muncul dalam mural diyakini melambangkan kekuatan kosmos yang mengatur alam semesta.
Dilansir dari LiveScience, penemuan mural ini benar-benar belum pernah ada sebelumnya di kawasan tersebut.
Hal ini membuktikan bahwa masyarakat Caral memiliki pemahaman mendalam tentang alam dan spiritualitas.
Mural itu ditemukan di sebuah dinding yang dulunya menjadi bagian dari bangunan ritual.
Para arkeolog percaya bangunan tersebut digunakan untuk upacara keagamaan dan pertemuan penting.
Keberadaan mural berwarna-warni ini juga menunjukkan bahwa Caral memiliki kemampuan seni tingkat tinggi.
Warna yang digunakan masih terlihat jelas, termasuk merah, kuning, dan biru.
Para ahli menduga warna-warna ini dibuat dari bahan alami seperti tanah liat, mineral, dan tumbuhan.
Selain nilai sejarah, mural ini juga memberi gambaran tentang cara hidup masyarakat Caral.
Mereka sangat bergantung pada pertanian dan laut sebagai sumber makanan utama.
Dengan penemuan ini, masyarakat dunia semakin mengenal Caral sebagai salah satu akar peradaban di Amerika. (aak)
Editor : Richard Lawongan