Berita Terbaru Business Ekbis Ekonomi & Bisnis Fakfak Feature Gedung Bintang Hiburan Hukum & Kriminal Humaniora Internasional Kesehatan Kota Sorong Lifestyle & Teknologi Manokwari Selatan Nasional News Nusantara Olahraga Opini Otomotif Papua Raya Pegunungan Arfak Publika Publika & Politik Sorong Selatan Tambrauw Teluk Bintuni Teluk Wondama Teropong

Samsung Galaxy S26 Edge Dipastikan Hadir Dengan Baterai 4200 mAh Berdasarkan Sertifikasi 3C China

Prisilia Rumengan • Minggu, 31 Agustus 2025 | 18:40 WIB

Samsung Galaxy S26 Edge (credit: gsmarena.com)
Samsung Galaxy S26 Edge (credit: gsmarena.com)

RADARPAPUA – Meski Galaxy S25 Edge baru dirilis beberapa bulan lalu, perhatian pecinta teknologi kini mulai beralih ke penerusnya, Galaxy S26 Edge.

Rumor mengenai perangkat ini semakin kuat setelah sertifikasi terbaru dari badan regulasi 3C di China mencantumkan detail penting seputar spesifikasi baterai.

Informasi tersebut sekaligus mengonfirmasi bahwa Samsung akan tetap meluncurkan varian Edge bersamaan dengan seri S26 lainnya, kemungkinan menggantikan posisi model Plus.

Dari data yang tertera dalam daftar 3C, Samsung dipastikan masih setia menggunakan teknologi baterai lithium-ion.

Langkah ini membantah spekulasi sebelumnya yang menyebutkan perusahaan asal Korea Selatan itu akan mulai mengadopsi baterai silikon-karbon.

Padahal, sebagian besar pesaing di industri smartphone global sudah beralih ke teknologi baru tersebut karena memiliki keunggulan dalam densitas energi.

Dengan silikon-karbon, ponsel dapat menampung baterai berkapasitas lebih besar tanpa menambah ukuran fisik perangkat.

Meski begitu, Samsung tetap memberikan peningkatan moderat pada kapasitas baterai Galaxy S26 Edge.

Jika pada Galaxy S25 Edge kapasitas hanya 3.900 mAh, maka di seri terbaru ini akan naik menjadi 4.200 mAh.

Kenaikan 300 mAh ini diyakini mampu meningkatkan daya tahan pemakaian harian, terutama bagi pengguna yang aktif menggunakan perangkat untuk aktivitas multitasking, bermain game, maupun mengakses media sosial.

Seorang analis pasar teknologi yang dihubungi mengungkapkan, langkah Samsung ini bisa dilihat sebagai strategi hati-hati.

“Samsung tampaknya ingin memastikan kestabilan dan keamanan produk dengan tetap memakai lithium-ion. Meski begitu, peningkatan kapasitas tetap memberi nilai tambah bagi konsumen,” jelasnya.

Namun, sebagian kalangan masih merasa sedikit kecewa. Pasalnya, jika Samsung sudah beralih ke baterai silikon-karbon, kapasitas baterai yang bisa disematkan kemungkinan mencapai 5.000 mAh, mendekati standar yang banyak digunakan pada ponsel flagship kompetitor.

Hal itu tentu akan memberikan pengalaman pemakaian yang lebih lama tanpa harus sering mengisi ulang daya.

Meski tidak membawa lompatan teknologi baterai, peningkatan kapasitas yang dihadirkan Galaxy S26 Edge tetap menjadi kabar baik.

Pengguna diprediksi akan merasakan ketahanan daya yang lebih baik dibanding generasi sebelumnya.

Kini, publik hanya perlu menunggu bocoran selanjutnya tentang performa chipset, desain, serta fitur kamera yang akan dibawa Samsung pada perangkat ini.(Sil)

Editor : Prisilia Rumengan
#kapasitas baterai #Teknologi 2025 #Samsung Galaxy S26 Edge #samsung #China #sertifikat 3c