RADARPAPUA - Keamanan rumah di kota besar seperti Delhi kini mengalami perubahan besar.
Masyarakat tidak lagi hanya mengandalkan kunci ganda atau pagar tinggi untuk melindungi rumah mereka.
Sekarang, teknologi canggih mulai masuk ke rumah-rumah warga sebagai bentuk perlindungan tambahan.
Banyak keluarga di Delhi sudah memasang kamera CCTV pintar untuk mengawasi lingkungan rumah mereka.
CCTV ini bisa terhubung langsung dengan ponsel pemilik rumah dan memberikan notifikasi secara real-time.
Selain itu, beberapa rumah juga menggunakan sensor gerak otomatis untuk mendeteksi aktivitas mencurigakan di sekitar rumah.
Namun, yang menarik adalah banyak rumah kini juga memasang CCTV palsu sebagai langkah preventif.
CCTV palsu ini dipasang untuk menakuti pencuri dengan ilusi bahwa rumah dipantau penuh.
Di sisi lain, penggunaan AI face scan atau pemindai wajah berbasis kecerdasan buatan semakin meningkat.
Teknologi ini memungkinkan pintu rumah hanya bisa dibuka oleh wajah yang terdaftar.
Dengan sistem ini, pemilik rumah tidak lagi membutuhkan kunci fisik yang mudah hilang atau digandakan.
Baca Juga: BRI Resmi Angkat Dhanny Sebagai Corporate Secretary
Menurut laporan The Economic Times, meningkatnya kasus pencurian di kota Delhi membuat permintaan teknologi keamanan melonjak.
Bahkan, perusahaan keamanan melaporkan kenaikan penjualan hingga dua kali lipat dalam dua tahun terakhir.
Biaya pemasangan sistem keamanan berbasis AI ini tidak murah, namun banyak keluarga menilai itu sebagai investasi penting.
Selain keamanan, teknologi ini juga memberikan kenyamanan bagi penghuni rumah.
Misalnya, orang tua bisa memantau anak-anaknya ketika pulang sekolah lewat kamera yang terhubung ke aplikasi.
Ada juga fitur alarm darurat yang langsung terhubung ke pihak keamanan atau polisi setempat.
Fenomena ini membuat rumah-rumah di Delhi kini dijuluki sebagai "benteng digital".
Perubahan ini menunjukkan bagaimana teknologi semakin masuk ke kehidupan sehari-hari masyarakat urban.
Namun, ada juga kekhawatiran terkait privasi karena data wajah penghuni rumah disimpan di server penyedia layanan.
Jika tidak dikelola dengan baik, data pribadi bisa saja bocor atau disalahgunakan.
Tetapi, mayoritas warga tetap merasa lebih aman dengan adanya sistem ini dibandingkan tanpa perlindungan digital.
Kombinasi antara kamera palsu, CCTV pintar, dan AI face scan menciptakan standar baru dalam keamanan rumah.
Perkembangan ini juga diprediksi akan diikuti oleh kota-kota besar lain di dunia.
Seiring dengan semakin canggihnya teknologi, rumah di masa depan mungkin benar-benar akan menyerupai markas futuristik.
Dengan begitu, keamanan rumah bukan lagi hanya urusan pagar dan gembok, tetapi juga urusan digital.
(AR)
Editor : Prisilia Rumengan