Prisilia Rumengan• Selasa, 2 September 2025 | 21:04 WIB
Antarmuka haptik yang fleksibel dan terpasang di kulit dapat menjembatani dengan mulus
RADARPAPUA - Peneliti dari Soft Machines Lab, Carnegie Mellon University, mengembangkan perangkat haptic fleksibel yang bisa dipasang di kulit untuk menghadirkan sensasi alami dalam pengalaman virtual maupun aktivitas sehari-hari. Perangkat kecil seukuran ujung jari ini mampu memberikan umpan balik sentuhan lewat 11 gerakan berbeda menggunakan satu aktuator berbahan shape memory alloy yang ringan dan aman bagi kulit.
Berbeda dari teknologi haptic konvensional yang kaku dan berat, perangkat ini dirancang nyaris tak terasa saat dipakai. Hal ini membuat pengguna tetap fokus tanpa terganggu, baik saat menikmati hiburan virtual, bekerja, maupun menjalankan aktivitas penting lainnya.
Dalam uji coba, perangkat digunakan pada tiga skenario. Pertama, saat dipadukan dengan headset VR, pengguna bisa merasakan sensasi fisik ketika berinteraksi dengan objek virtual. Kedua, dalam aktivitas sehari-hari, perangkat membantu pengguna menggantung lukisan dengan tepat melalui pola getaran, menggantikan instruksi verbal yang biasa membingungkan.
Skenario ketiga menunjukkan potensi sosialnya: pengguna yang ditutup matanya dapat menemukan benda tertentu di atas meja hanya dengan panduan sentuhan dari perangkat. Aplikasi ini sangat menjanjikan untuk membantu penyandang tunanetra dalam orientasi dan interaksi sehari-hari.
Keunggulan utama teknologi ini terletak pada skalabilitas, respons cepat, kepraktisan, serta kemampuannya menembus batas bahasa dan budaya. Semua itu menjadikannya solusi haptic yang berpotensi diakses secara universal.
Tim peneliti berharap perangkat ini dapat dikembangkan lebih jauh, termasuk untuk antarmuka manusia-mesin. Bayangkan di masa depan manusia bisa mengajarkan robot memainkan alat musik atau membantu dalam operasi bedah dengan keakuratan tinggi, hanya lewat umpan balik sentuhan alami.
Kolaborasi riset ini melibatkan ilmuwan dari Carnegie Mellon University bersama mitra dari Korea Advanced Institute of Science and Technology serta Hanyang University, memperkuat upaya menciptakan teknologi wearable yang benar-benar menyatu dengan kehidupan manusia.(aj)