Berita Terbaru Business Ekbis Ekonomi & Bisnis Fakfak Feature Gedung Bintang Hiburan Hukum & Kriminal Humaniora Internasional Kesehatan Kota Sorong Lifestyle & Teknologi Manokwari Selatan Nasional News Nusantara Olahraga Opini Otomotif Papua Raya Pegunungan Arfak Publika Publika & Politik Sorong Selatan Tambrauw Teluk Bintuni Teluk Wondama Teropong

Rahang Manusia Berusia 1,8 Juta Tahun Ditemukan di Georgia, Bisa Jadi Bukti Awal Homo Erectus

Richard Lawongan • Rabu, 3 September 2025 | 08:38 WIB

Researchers discovered a fragment of a jawbone and teeth at the archaeological site of Orozmani in the Republic of Georgia. (Image credit: Giorgi Bidzinashvili)
Researchers discovered a fragment of a jawbone and teeth at the archaeological site of Orozmani in the Republic of Georgia. (Image credit: Giorgi Bidzinashvili)

RADARPAPUA - Sebuah penemuan mengejutkan datang dari Republik Georgia yang terletak di kawasan Kaukasus.

Para arkeolog menemukan sebuah fosil rahang manusia purba yang diperkirakan berusia sekitar 1,8 juta tahun.

Penemuan ini dianggap sebagai salah satu bukti awal keberadaan Homo erectus di luar Afrika.

Homo erectus adalah nenek moyang manusia modern yang dikenal dengan kemampuan berjalan tegak.

Menurut para peneliti, rahang ini bisa menjadi salah satu bukti paling awal migrasi manusia purba.

Fosil tersebut ditemukan di wilayah Dmanisi yang terkenal sebagai situs arkeologi penting.

Dmanisi sebelumnya sudah terkenal karena penemuan beberapa tengkorak manusia purba.

Baca Juga: Rahasia Pewarna Biru 34.000 Tahun Lalu Terungkap

Penemuan rahang baru ini menambah daftar panjang temuan penting dari wilayah tersebut.

Para ilmuwan menilai bahwa Dmanisi adalah salah satu pusat awal penyebaran Homo erectus.

Dilansir dari LiveScience, rahang tersebut memperlihatkan bentuk gigi yang khas Homo erectus.

Homo erectus dikenal memiliki rahang yang lebih kuat dibanding manusia modern.

Hal ini karena pola makan mereka yang masih mengandalkan daging mentah dan tumbuhan keras.

Para peneliti juga menemukan bahwa struktur rahang ini menunjukkan ciri evolusi penting.

Ciri itu adalah adaptasi untuk mengunyah makanan dengan lebih efisien.

Temuan ini memberi petunjuk bahwa Homo erectus sudah lebih maju dibanding nenek moyang sebelumnya.

Selain itu, penemuan di Georgia ini memperlihatkan bahwa manusia purba cepat menyebar dari Afrika.

Hal ini menantang teori lama bahwa Homo erectus hanya berkembang di Afrika lebih lama sebelum keluar.

Para arkeolog percaya bahwa Homo erectus mungkin adalah spesies pertama yang berani menjelajah jauh.

Penemuan rahang ini pun memberi harapan baru untuk memahami jejak awal evolusi manusia.

Rahang berusia 1,8 juta tahun itu kini menjadi salah satu fosil terpenting di dunia. (aak)

Editor : Richard Lawongan
#Penemuan Manusia Kuno #Arkeologi Georgia #Dmanisi #Fosil purba #homo erectus