Berita Terbaru Business Ekbis Ekonomi & Bisnis Fakfak Feature Gedung Bintang Hiburan Hukum & Kriminal Humaniora Internasional Kesehatan Kota Sorong Lifestyle & Teknologi Manokwari Selatan Nasional News Nusantara Olahraga Opini Otomotif Papua Raya Pegunungan Arfak Publika Publika & Politik Sorong Selatan Tambrauw Teluk Bintuni Teluk Wondama Teropong

Jejak Air Tak Terlihat dari Balik Layar AI

Prisilia Rumengan • Rabu, 3 September 2025 | 15:21 WIB

 

 

AI memiliki biaya air tersembunyi—ini cara menghitungnya
AI memiliki biaya air tersembunyi—ini cara menghitungnya

RADARPAPUA - Di balik setiap percakapan singkat dengan sistem AI seperti ChatGPT, terdapat jejak air yang sering kali luput dari perhatian kita. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa satu percakapan singkat dengan GPT-3 dapat menghabiskan hingga 500 mililiter air, setara dengan satu botol air minum. Konsumsi ini tidak hanya berasal dari air yang digunakan untuk mendinginkan server pusat data, tetapi juga dari air yang diperlukan untuk pembangkit listrik yang mengoperasikannya.

Jejak air ini mengalir dari dua sumber utama. Yang pertama adalah pendinginan di lokasi, yang sering menggunakan menara pendingin evaporatif. Proses ini menguapkan air untuk membuang panas dari server. Sumber kedua adalah air yang digunakan oleh pembangkit listrik, seperti pembangkit batu bara, gas, atau nuklir, yang membutuhkan volume air besar untuk siklus uap dan pendinginan.

Konsumsi air ini sangat bervariasi tergantung lokasi dan waktu. Pusat data di iklim dingin dan lembap, seperti di Irlandia, bisa beroperasi dengan air minimal. Sebaliknya, pusat data di wilayah panas dan kering seperti Arizona sangat bergantung pada pendinginan evaporatif yang memakan banyak air. Waktu juga berperan; sebuah studi menemukan bahwa pusat data mungkin menggunakan air dua kali lebih banyak di musim panas daripada di musim dingin.

Namun, ada solusi menjanjikan untuk mengurangi jejak air ini. Teknologi baru seperti pendinginan imersi menenggelamkan server dalam cairan khusus, yang secara drastis mengurangi penguapan air. Microsoft juga mengembangkan sistem sirkulasi cairan tertutup yang diklaim tidak membutuhkan air sama sekali untuk pendinginan. Meskipun solusi ini belum umum karena biaya dan kompleksitas, inovasi ini menawarkan harapan besar untuk masa depan.

Jenis model AI yang digunakan juga sangat menentukan. Beberapa model, karena kompleksitas dan kebutuhan daya prosesornya, bisa mengonsumsi sumber daya jauh lebih banyak daripada yang lain. Sebagai contoh, GPT-5 diperkirakan menggunakan lebih banyak air daripada GPT-4o atau Gemini. Data ini menunjukkan bahwa efisiensi model AI memiliki dampak langsung pada lingkungan.

Untuk memahami seberapa besar konsumsi air ini, kita bisa membandingkannya dengan penggunaan air lain. Satu liter air setara dengan sekitar seperempat galon. Total konsumsi harian dari semua permintaan Gemini Google adalah sekitar 650.000 liter, sementara GPT-5 bisa mencapai 97,5 juta liter per hari. Angka ini memang besar, namun masih terbilang kecil jika dibandingkan dengan penggunaan air rumah tangga, seperti menyiram rumput yang mencapai 34 miliar liter per hari di Amerika.

Meskipun demikian, penting untuk menyadari bahwa konsumsi air AI bukanlah sesuatu yang tetap. Transparansi dari perusahaan teknologi sangat penting agar publik, pembuat kebijakan, dan peneliti bisa melihat apa yang bisa dicapai dalam hal efisiensi. Dengan terus mengoptimalkan sistem dan lokasi pusat data, kita dapat memastikan bahwa inovasi teknologi sejalan dengan keberlanjutan lingkungan.(aj)

Editor : Prisilia Rumengan
#Chat GPT #Lingkungan #Teknologi #AI #data center