RADARPAPUA - Starbucks resmi memperkenalkan sistem berbasis Artificial Intelligence (AI) untuk menghitung inventaris di ribuan gerainya.
Teknologi ini dipasang di lebih dari 11.000 toko Starbucks di Amerika Utara.
AI yang digunakan bekerja dengan perangkat tablet khusus yang sudah dilengkapi software NomadGo.
Software ini bisa otomatis mendeteksi stok, mencatat jumlah barang, hingga memberi peringatan jika bahan hampir habis.
Menurut Reuters, teknologi ini mampu bekerja delapan kali lebih cepat dibanding metode manual.
AI ini memanfaatkan kecerdasan visual 3D, visi komputer, dan augmented reality untuk membuat penghitungan jadi lebih akurat.
Dengan adanya teknologi ini, barista dan staf toko tidak perlu lagi repot menghitung stok satu per satu.
Sistem baru ini akan sangat membantu menjaga ketersediaan bahan utama seperti kopi, susu, dan makanan pendamping.
Starbucks berharap penerapan AI bisa meningkatkan efisiensi sekaligus mengurangi kesalahan manusia.
Manajemen perusahaan juga menegaskan bahwa proyek ini ditargetkan selesai pada akhir September 2025.
AI yang digunakan bisa mendeteksi bahkan item kecil dengan tingkat akurasi yang tinggi.
Sistem ini juga dirancang untuk memberikan notifikasi real-time kepada manajer toko.
Selain efisiensi, Starbucks ingin menciptakan pengalaman pelanggan yang lebih baik dengan layanan cepat dan tanpa gangguan stok kosong.
Penggunaan AI dalam industri makanan dan minuman ini dianggap sebagai terobosan baru.
Banyak pakar menilai langkah Starbucks bisa jadi contoh bagi perusahaan lain di sektor serupa.
Teknologi seperti ini memungkinkan bisnis tetap kompetitif di tengah persaingan ketat.
Selain itu, perusahaan bisa menghemat biaya operasional yang biasanya terbuang untuk pengecekan manual.
Starbucks menilai teknologi pintar akan menjadi bagian penting dalam strategi jangka panjang mereka.
Jika sukses, sistem ini juga berpeluang diterapkan di pasar internasional.
Penerapan AI ini menunjukkan bagaimana teknologi bisa mengubah cara kerja bisnis sehari-hari. (AR)
Editor : Prisilia Rumengan