RADARPAPUA - OpenAI berjanji akan menghadirkan fitur keamanan khusus orang tua untuk melindungi pengguna ChatGPT.
Langkah ini muncul setelah adanya laporan beberapa kasus kematian tragis yang dikaitkan dengan penggunaan chatbot.
Menurut New York Post, pihak keluarga korban menilai anak-anak mereka terlalu lama menggunakan chatbot tanpa pengawasan.
ChatGPT sendiri adalah program kecerdasan buatan yang bisa diajak bicara layaknya manusia.
Namun tanpa filter yang tepat, percakapan bisa berdampak negatif terutama bagi anak-anak dan remaja.
OpenAI menegaskan mereka sedang mengembangkan parental safety tools atau alat kontrol orang tua.
Fitur ini nantinya memungkinkan orang tua mengatur apa yang bisa diakses anak lewat ChatGPT.
Baca Juga: Starbucks Pakai AI untuk Hitung Stok, Lebih Cepat dan Efisien
Selain itu, orang tua bisa memantau topik yang dibicarakan anak dengan chatbot tersebut.
Dilansir dari New York Post, OpenAI menyebutkan mereka sangat serius dengan isu keselamatan pengguna muda.
Fitur ini direncanakan hadir dalam pembaruan aplikasi ChatGPT pada beberapa bulan ke depan.
Parental safety tools akan mirip dengan kontrol orang tua pada platform media sosial populer.
Dengan fitur ini, batasan usia dan pengawasan lebih mudah diterapkan.
Pakar teknologi menyambut baik langkah ini karena AI makin sering digunakan anak sekolah.
Menurut para peneliti, anak-anak perlu pendampingan khusus dalam menggunakan teknologi AI.
Jika tidak diawasi, ada risiko anak mendapatkan informasi yang salah atau berbahaya.
Kasus tragis yang terjadi membuat tekanan publik semakin besar terhadap OpenAI.
Masyarakat menuntut agar teknologi canggih seperti AI lebih bertanggung jawab.
OpenAI mengatakan mereka juga akan bekerja sama dengan psikolog untuk merancang fitur ini.
Dengan begitu, fitur yang hadir tidak hanya teknis tapi juga memperhatikan aspek kesehatan mental.
Langkah ini diharapkan menjadi titik awal agar teknologi AI tetap aman bagi semua pengguna. (aak)
Editor : Richard Lawongan