Berita Terbaru Business Ekbis Ekonomi & Bisnis Fakfak Feature Gedung Bintang Hiburan Hukum & Kriminal Humaniora Internasional Kesehatan Kota Sorong Lifestyle & Teknologi Manokwari Selatan Nasional News Nusantara Olahraga Opini Otomotif Papua Raya Pegunungan Arfak Publika Publika & Politik Sorong Selatan Tambrauw Teluk Bintuni Teluk Wondama Teropong

Komputer Optik Analog: Terobosan Microsoft-Cambridge untuk AI Hemat Energi

Richard Lawongan • Selasa, 9 September 2025 | 13:40 WIB

Diagram skema terperinci perkalian vektor-matriks optik dalam komputer optik analog.
Diagram skema terperinci perkalian vektor-matriks optik dalam komputer optik analog.

RADARPAPUA - Ledakan penggunaan AI dan teknologi digital kini mulai membebani jaringan listrik global. Konsumsi energi dan kebutuhan komputasi yang terus meningkat membuat keberlanjutan menjadi tantangan besar. Karena itu, para peneliti berlomba mencari solusi hemat energi agar masa depan digital tetap berkelanjutan.

Salah satu terobosan terbaru datang dari Microsoft dan Universitas Cambridge. Tim gabungan ini mengembangkan Analog Optical Computer (AOC), prototipe komputer baru yang diklaim mampu meningkatkan efisiensi energi hingga 100 kali lipat dibanding GPU tercanggih saat ini.

AOC bekerja dengan menggabungkan elektronik analog, microLED arrays, spatial light modulators, dan photodetectors, sehingga mempercepat inferensi AI dan optimasi kombinatorial. Berbeda dengan sistem digital, AOC tidak membuang energi untuk konversi data, sekaligus lebih tahan terhadap gangguan (noise).

Untuk menguji teknologi ini, tim membuat “digital twin”, versi perangkat keras dalam bentuk perangkat lunak. Serangkaian studi kasus pun dilakukan, mulai dari klasifikasi gambar, rekonstruksi MRI, regresi non-linear, hingga penyelesaian transaksi finansial.

Hasilnya mengejutkan: waktu pemindaian MRI berkurang dari 30 menit menjadi hanya lima menit, sementara simulasi transaksi finansial menunjukkan akurasi tinggi dalam menyelesaikan masalah optimasi yang kompleks. Tingkat kesesuaian antara digital twin dan perangkat keras mencapai lebih dari 99%.

Meski potensinya besar, aplikasi nyata AOC masih butuh waktu. Prototipe saat ini baru mendukung 256 bobot (weights) untuk inferensi, dengan kemungkinan pengembangan hingga miliaran bobot. Para peneliti optimis, seiring miniaturisasi komponen, skala besar akan segera tercapai.

Jika berhasil diwujudkan, AOC bisa menjadi fondasi komputasi berkelanjutan bagi industri AI, kesehatan, keuangan, dan banyak sektor lain. Perpaduan inovasi perangkat keras dan algoritma ini berpotensi memicu revolusi baru menuju masa depan digital yang lebih hijau.(aj)

Editor : Richard Lawongan
#komputer #Teknologi #Inovasi #AI #microsoft