Berita Terbaru Business Ekbis Ekonomi & Bisnis Fakfak Feature Gedung Bintang Hiburan Hukum & Kriminal Humaniora Internasional Kesehatan Kota Sorong Lifestyle & Teknologi Manokwari Selatan Nasional News Nusantara Olahraga Opini Otomotif Papua Raya Pegunungan Arfak Publika Publika & Politik Sorong Selatan Tambrauw Teluk Bintuni Teluk Wondama Teropong

Nobel Laureate Google: "Belajar Cara Belajar" Jadi Kunci di Era AI

Richard Lawongan • Senin, 15 September 2025 | 18:20 WIB

Demis Hassabis, CEO perusahaan riset kecerdasan buatan Google DeepMind, kanan, dan Perdana Menteri Yunani Kyriakos Mitsotakis mendiskusikan masa depan AI, etika, dan demokrasi
Demis Hassabis, CEO perusahaan riset kecerdasan buatan Google DeepMind, kanan, dan Perdana Menteri Yunani Kyriakos Mitsotakis mendiskusikan masa depan AI, etika, dan demokrasi

RADARPAPUA - Demis Hassabis, CEO Google DeepMind sekaligus peraih Nobel Kimia 2024, menegaskan bahwa keterampilan terpenting bagi generasi masa depan adalah belajar cara belajar. Hal ini disampaikan dalam pidatonya di teater Romawi kuno, di kaki Acropolis, Athena.

Menurut Hassabis, kecepatan perubahan teknologi, khususnya kecerdasan buatan (AI), menuntut pendekatan baru dalam pendidikan dan pengembangan keterampilan. “Satu hal yang pasti adalah perubahan besar akan datang,” ujarnya.

Ia memperkirakan artificial general intelligence (AGI)—mesin dengan kecerdasan setara manusia—bisa hadir dalam satu dekade mendatang. Kemajuan ini berpotensi menciptakan masa depan berlimpah, meski juga membawa risiko yang harus diwaspadai.

Hassabis menekankan pentingnya “meta-skill” seperti kemampuan belajar cepat dan menyesuaikan diri, yang akan melengkapi bidang tradisional seperti matematika, sains, dan humaniora. “Sepanjang karier, Anda akan terus belajar hal baru,” tambahnya.

Sebagai ilmuwan sekaligus mantan anak ajaib catur, Hassabis meraih Nobel berkat pengembangan sistem AI yang mampu memprediksi pelipatan protein secara akurat—terobosan besar di bidang kedokteran dan penemuan obat.

Dalam acara tersebut, Perdana Menteri Yunani Kyriakos Mitsotakis turut hadir dan menyoroti dampak sosial dari pertumbuhan perusahaan teknologi raksasa. Ia mengingatkan bahaya ketimpangan ekonomi global jika manfaat AI tidak dirasakan masyarakat luas.

Mitsotakis juga berterima kasih kepada Hassabis—yang berdarah Siprus Yunani—karena menyesuaikan jadwal presentasi agar tidak bentrok dengan semifinal basket Eropa antara Yunani dan Turki. Meski begitu, Yunani harus rela kalah 94–68 di pertandingan tersebut.(aj)

Editor : Richard Lawongan
#nobel #Teknologi #Pendidikan #AI