RADARPAPUA – Sebuah penimbunan koin yang terdiri dari ribuan keping berhasil ditemukan, dikubur saat masa penuh gejolak politik dan perang di Eropa menurut Arkeonews.
Harta ini sebagian besar berupa koin perak Romawi yang tertanggal dari abad pertama Masehi dan ditemui saat penggalian restorasi di Inggris barat, tepatnya di Worcestershire.
Penemuan disebut sebagai “Worcestershire Conquest Hoard” dan terdiri atas 1.368 koin, sebagian besar koin denarii dan beberapa koin besi Zaman Besi.
Hoard ini memiliki rentang waktu pembuatan dari sekitar 157 SM sampai AD 55, menandakan bahwa beberapa koin telah bersirkulasi lama sebelum dikubur.
Salah satu koin emas stater ditemukan dalam hoard tersebut dan dibuat untuk suku Dobunni, suku lokal di Inggris sebelum dan selama penaklukan Romawi.
Para ahli menduga koin ini disembunyikan menjelang AD 55 atau sesudahnya, kemungkinan saat Romawi memperkuat kendali pasca-invasi Claudius ke Britania.
Letak penyimpanan dalam sebuah wadah tembikar lokal seperti pot Severn Valley Ware memperlihatkan cara warga lokal melindungi kekayaan mereka dari ancaman masa perang.
Menurut keterangan dari Murray Andrews dan Museums Worcestershire, ini adalah koleksi terbesar dari masa pemerintahan Nero yang pernah ditemukan di Britania.
Koin-koin dengan kondisi nyaris seperti baru, terutama denarii, menunjukkan bahwa beberapa belum banyak digunakan sebelum dikubur.
Temuan ini memperlihatkan bahwa masyarakat lokal—bukan hanya tentara atau pejabat Romawi—terlibat dalam simpanan besar sebagai proteksi finansial.
Hoard tersebut sekarang dikatalogkan dan dilestarikan di Worcester City Art Gallery and Museum, yang akan menampilkannya kepada publik dalam pameran sementara mulai Januari mendatang.
Penemuan ini memberi petunjuk penting tentang bagaimana ekonomi lokal beradaptasi selama periode ketidakstabilan politik dan militer.
Ketika perang dan pemberontakan meletus, menyembunyikan kekayaan dalam bentuk koin adalah cara umum melindungi aset dari penjarahan atau pajak mendadak.
Koleksi ini juga membantu sejarawan memahami distribusi koin dari pusat Romawi ke pinggiran kekaisaran.
Analisis metaldetector dan studi numismatik mengungkap koin-koin ini berasal dari berbagai tempat pencetakan di Roma dan wilayah sekitarnya, menunjukkan jaringan perdagangan dan sirkulasi uang Romawi yang luas.
Meskipun Tiongkok dan India memiliki sejarah uang logam sendiri, hoard ini memperlihatkan bahwa Eropa kuno juga punya sistem finansial yang kaya dan kompleks.
Penggalian semacam ini mempertegas pentingnya hukum harta karun (Treasure Act) dan kolaborasi antara penemu lokal dan lembaga museum agar artefak tetap di tempat asalnya.
Para petugas konservasi menghadapi tantangan besar karena banyak koin dan wadah penyimpanannya sudah terpapar kelembapan dan kontaminasi tanah selama ribuan tahun.
Meski begitu, detail cetakan pada sebagian besar koin denarii masih jelas, menawarkan informasi tentang penguasa yang tertera pada koin, tahun cetak, dan gaya artistiknya.
Penemuan Worcestershire Conquest Hoard ini menjadi saksi bisu akan kekayaan budaya, ekonomi, dan respons manusia terhadap tekanan zaman kuno di Eropa.
Publik dan akademisi kini menantikan hasil studi genetik atau analisis residu dari pot tempat koin dikubur untuk mengungkap siapa pemilik sebenarnya dan motivasi di balik penyembunyian itu.
(AR)
Editor : Prisilia Rumengan