RADARPAPUA - Sebuah peta bintang kuno dari kulit elk digunak
Peta ini diperkirakan dibuat sekitar tahun 1625 di wilayah Plains Tengah, sekarang Nebraska dan Kansas.
Permukaan kulit berisi tanda salib kecil yang mewakili bintang-bintang di langit malam.
Di bagian tengah terdapat garis yang diduga melambangkan galaksi Bima Sakti.
Kulit elk berukuran sekitar 38 x 56 cm dan penuh dengan simbol tradisional.
Benda ini ditemukan pada tahun 1902 dan kini disimpan di Field Museum, Chicago.
Peta tidak hanya berfungsi astronomi tapi juga simbolik dan ritual.
Baca Juga: Penimbunan Ribuan Koin di Masa Kekacauan Eropa Terungkap: Harta Uang Waktu yang Terlupakan
Pendeta Pawnee memanfaatkannya untuk menyampaikan mitos kepada generasi berikutnya.
Seorang astronom amatir, Ralph Buckstaff, pernah menafsirkan simbolnya sebagai pola bintang musim dingin dan musim panas.
Namun peneliti Von Del Chamberlain menolak tafsiran itu pada tahun 1982.
Menurut Chamberlain, peta ini adalah perangkat konseptual, bukan peta astronomi presisi.
Bintang-bintang yang tergambar dipilih berdasarkan arti budaya, bukan kecerahan.
Masyarakat Pawnee menilai langit melalui simbol yang berkaitan dengan mitologi mereka.
Artefak ini memberi bukti penting tentang arkeoastronomi atau studi langit versi budaya kuno.
Peta ini juga menunjukkan betapa kuatnya tradisi lisan dan visual masyarakat Pawnee.
Usianya lebih dari 300 tahun, tapi makna detailnya masih diteliti.
Simbol-simbolnya hanya dapat dipahami penuh lewat konteks budaya Pawnee sendiri.
Para ahli menganggap peta ini warisan berharga yang menghubungkan manusia dan langit.
Peta bintang Pawnee menegaskan bahwa ilmu pengetahuan bisa hadir lewat mitos dan simbol.
Penemuan ini jadi pengingat bahwa langit adalah bagian dari identitas budaya manusia. (aak)
Editor : Richard Lawongan