Berita Terbaru Business Ekbis Ekonomi & Bisnis Fakfak Feature Gedung Bintang Hiburan Hukum & Kriminal Humaniora Internasional Kesehatan Kota Sorong Lifestyle & Teknologi Manokwari Selatan Nasional News Nusantara Olahraga Opini Otomotif Papua Raya Pegunungan Arfak Publika Publika & Politik Sorong Selatan Tambrauw Teluk Bintuni Teluk Wondama Teropong

Teknologi Baterai EV Baru Bisa Tempuh 800 Km Hanya dengan Isi Daya 12 Menit

Richard Lawongan • Selasa, 16 September 2025 | 01:02 WIB

(Image credit: KTSDesign/SCIENCEPHOTOLIBRARY via Getty Images)
(Image credit: KTSDesign/SCIENCEPHOTOLIBRARY via Getty Images)

RADARPAPUA - Para peneliti mengumumkan teknologi baterai kendaraan listrik (EV) terbaru yang bisa mendukung perjalanan sejauh 500 mil atau sekitar 800 km hanya dengan sekali pengisian daya selama 12 menit.

Menurut Live Science, baterai ini dirancang untuk menjawab masalah utama kendaraan listrik yaitu waktu pengisian yang lama dan jarak tempuh terbatas.

Kendaraan listrik saat ini umumnya membutuhkan waktu berjam-jam untuk pengisian penuh.

Selain itu, jarak tempuhnya sering dianggap belum sebanding dengan mobil berbahan bakar bensin.

Teknologi baru ini menggunakan pendekatan kimia baterai yang lebih efisien dan stabil.

Baterai ini dikembangkan dengan material khusus yang dapat mempercepat proses pergerakan ion.

Ion adalah partikel bermuatan listrik yang menjadi kunci dalam menyimpan dan melepaskan energi pada baterai.

Baca Juga: Standar Baru IETF Picu Perdebatan Besar Soal Akses AI ke Konten Web

Dengan aliran ion yang lebih cepat, baterai bisa diisi daya dalam waktu sangat singkat tanpa merusak komponennya.

Dilansir dari Live Science, baterai ini masih dalam tahap pengembangan tetapi sudah menunjukkan hasil yang menjanjikan.

Jika berhasil diproduksi massal, kendaraan listrik akan jauh lebih praktis dan ramah lingkungan.

Bayangkan perjalanan jauh Jakarta–Surabaya bisa ditempuh hanya dengan satu kali pengisian cepat.

Inovasi ini juga dapat mengurangi ketergantungan pada stasiun pengisian daya dalam jumlah besar.

Selain efisiensi, baterai ini juga dirancang agar lebih tahan lama dibandingkan baterai EV generasi saat ini.

Ketahanan baterai sangat penting agar pemilik mobil listrik tidak perlu sering mengganti baterai.

Menurut para peneliti, desain baru ini bisa menurunkan biaya perawatan kendaraan listrik.

Selain itu, teknologi ini juga mendukung transisi energi bersih di seluruh dunia.

Dengan kendaraan listrik yang lebih praktis, adopsi EV di masyarakat bisa meningkat lebih cepat.

Hal ini akan membantu mengurangi emisi karbon dari sektor transportasi.

Teknologi baterai super cepat ini diperkirakan siap digunakan secara komersial dalam beberapa tahun ke depan. (aak)

Editor : Richard Lawongan
#Teknologi Energi #Mobil Masa Depan #Charging Cepat #Baterai EV #Kendaraan Listrik