RADARPAPUA - China berhasil membuat platform baru untuk menguji cara memperbaiki reaktor fusi dengan robot dari jarak jauh. Platform ini ada di Fasilitas Riset Teknologi Fusi (CRAFT) dan sudah dinyatakan lolos uji oleh para ahli pada 15 September.
Di tempat ini, para insinyur bisa mengembangkan dan menguji bagian penting reaktor fusi. Hasil uji coba menunjukkan robot mampu mengangkat benda super berat, bahkan sampai 60 ton, dengan posisi yang sangat tepat. Ada juga lengan robot besar yang bisa mengangkat beban hingga 2,5 ton.
Bagian dalam reaktor fusi, seperti pelapis pelindung dan divertor, sering rusak karena terkena panas tinggi, medan magnet kuat, dan radiasi. Karena itu, perbaikannya hanya bisa dilakukan dengan sistem robot jarak jauh.
Selama ini, belum ada robot yang bisa tahan radiasi sekaligus tetap kuat, presisi, dan mampu mengangkat beban berat. Dengan adanya platform baru ini, tantangan tersebut bisa diatasi.
Selain untuk reaktor fusi, teknologi ini nantinya juga bisa dipakai di pembangkit listrik tenaga nuklir, industri pesawat luar angkasa, alat berat, bahkan untuk misi darurat. (*)
Editor : Richard Lawongan