RADARPAPUA - Para peneliti menemukan bukti bahwa mumi tertua di dunia ternyata berasal dari Asia.
Temuan ini mengubah pandangan lama bahwa Mesir adalah pusat awal tradisi mumifikasi.
Mumi tersebut ditemukan di wilayah China dan Asia Tenggara.
Menurut Live Science, proses pengawetan dilakukan dengan cara pengasapan.
Metode ini membuat tubuh manusia bisa bertahan hingga ribuan tahun lamanya.
Penelitian menunjukkan usia mumi ini mencapai sekitar 10.000 tahun.
Artinya, mumi Asia jauh lebih tua dibanding mumi Mesir yang diperkirakan berumur 5.000 tahun.
Baca Juga: Peta Bintang Pawnee di Kulit Elk Ungkap Kisah Asal Usul Langit
Proses pengasapan dilakukan dengan menaruh tubuh di atas api kecil.
Asap dari api berfungsi mengeringkan tubuh tanpa membakarnya.
Dengan cara ini, jaringan tubuh manusia bisa terjaga lebih lama.
Teknik ini dikenal sebagai smoke-drying atau pengeringan dengan asap.
Metode ini kemungkinan juga digunakan untuk alasan spiritual dan budaya.
Dilansir dari Live Science, mumi Asia ini ditemukan di gua-gua alami.
Kondisi gua membantu menjaga kelembapan tubuh sehingga tetap awet.
Para peneliti percaya bahwa masyarakat kuno punya pengetahuan khusus tentang pengawetan.
Penemuan ini menunjukkan betapa maju cara berpikir manusia zaman prasejarah.
Selain itu, penemuan ini membuka wawasan baru tentang tradisi pemakaman kuno.
Mumi-mumi Asia ini kini menjadi bukti kuat bahwa praktek mumifikasi tidak hanya milik Mesir.
Penelitian lebih lanjut masih terus dilakukan untuk mengungkap detail budaya pembuat mumi ini.
Mumi berusia 10.000 tahun itu kini disebut sebagai yang tertua di dunia. (aak)
Editor : Richard Lawongan