Cermin Perunggu Ungkap Kebangkitan Ekonomi Dinasti Han Awal
Richard Lawongan• Kamis, 18 September 2025 | 20:12 WIB
Sumber sampel cermin dan klasifikasi jenis, karakteristik dekorasi dan kerangka kronologis sampel cermin.
RADARPAPUA - Sebuah studi dari University of Science and Technology of China (USTC) menemukan kaitan erat antara kerajinan cermin perunggu kuno dengan pemulihan ekonomi pada masa Kaisar Wen dan Jing di awal Dinasti Han Barat. Penelitian ini dipublikasikan di Journal of Archaeological Science.
Fokus penelitian adalah cermin Panchi, jenis cermin perunggu khas yang digunakan sejak periode Negara Berperang, Dinasti Qin, hingga awal Han. Artefak ini dianggap kunci memahami evolusi industri pengecoran logam di tengah perubahan sosial-politik besar.
Para peneliti menganalisis 40 cermin Panchi yang ditemukan di Lu’an, Provinsi Anhui. Berasal dari 221–141 SM, cermin-cermin ini dipelajari dari sisi pola dekorasi, inskripsi, komposisi kimia, hingga rasio isotop timbal.
Hasilnya menunjukkan adanya dua tipe utama. Tipe pertama dipengaruhi desain Negara Chu dengan paduan timbal tinggi, timah rendah, yang kemudian menghilang pada masa Kaisar Wen dan Jing. Tipe kedua menggunakan paduan timbal rendah, timah tinggi, mencerminkan tradisi cermin Han klasik.
Perubahan ini menandai standarisasi dan diversifikasi produksi. Sumber tembaga juga lebih beragam, sejalan dengan praktik industri pada pertengahan hingga akhir Dinasti Han Barat.
Penanggalan presisi menempatkan peralihan teknologi ini di masa kebijakan “istirahat dan pemulihan” Kaisar Wen (180–157 SM) dan Kaisar Jing (157–141 SM). Kebijakan ini mendorong stabilitas ekonomi dan berkembangnya industri kerajinan, termasuk pengecoran cermin.
Studi ini menyimpulkan bahwa dukungan kebijakan negara secara langsung menstimulasi pertumbuhan industri. Fondasi inilah yang kelak memperkuat ekspansi ekonomi dan militer pada masa Kaisar Wu, menjadikan cermin perunggu bukti nyata hubungan antara politik, teknologi, dan ekonomi di Tiongkok kuno.(aj)