RADARPAPUA - Peneliti mengungkap sebuah tulang lengan manusia berusia sekitar 14.000 tahun yang menunjukkan jejak proses mumifikasi kuno di Vietnam.
Tulang ini ditemukan dengan bagian yang terhangus dan berubah warna, menunjukkan bahwa tubuhnya pernah terkena asap dan panas ringan.
Penelitian menyebut ini sebagai bukti tertua mumifikasi buatan manusia, jauh lebih tua daripada mumi Mesir yang terkenal.
Proses yang dipakai adalah smoke-drying — mengeringkan tubuh dengan asap dari api kecil selama waktu lama.
Tujuan teknik ini kemungkinan untuk menghilangkan kelembapan agar tubuh tidak cepat membusuk di iklim lembap.
Penelitian membandingkan tulang ini dengan sisa mumi lain dari Asia Tenggara, Cina, dan Papua untuk memastikan metode mumifikasi.
Hasil analisis sinar-X dan teknik pencitraan lain menemukan bekas pemanasan dan jelaga (soot) pada tulang.
Para ilmuwan juga menemukan bekas sayatan kecil di tulang, mungkin untuk mempercepat pengeringan tubuh.
Baca Juga: Permata Gigi Maya: Bocah 7 Tahun Dihiasi Inlay Giok
Menurut laporan, mumi ini bukan dikremasi karena tulang tidak rata terbakar, melainkan melalui proses asap ringan.
Meski hanya tulang lengan yang ditemukan, bukti ini membuka kemungkinan bahwa manusia kuno di Asia Tenggara sudah mengenal teknik mumifikasi jauh lebih awal.
Penemuan ini menantang keyakinan bahwa mumifikasi paling awal berasal dari Mesir.
Teknik smoke-drying ini berbeda dari metode pengawetan Mesir yang melibatkan pengeluaran organ dalam dan penggunaan natron atau garam.
Dalam subbagian Asia Tenggara dan Cina, beberapa mayat kuno ditemukan dalam posisi tubuh sangat tertekuk (hyperflexed), menunjukkan mereka diikat erat setelah mati.
Teknik ini bisa memungkinkan tubuh dikeringkan sebelum pembusukan parah terjadi di lingkungan lembap.
Iklim Asia Tenggara yang panas dan lembap membuat metode pengawetan seperti ini sangat relevan agar jenazah tidak hancur cepat.
Para peneliti menyebut praktik smoke-drying ini telah berlangsung selama ribuan tahun dan tersebar di berbagai komunitas pemburu-pengumpul kuno.
Bahwa para leluhur manusia sudah memikirkan cara menjaga tubuh tetap utuh setelah kematian menunjukkan nilai spiritual dan penghormatan terhadap orang mati.
Meskipun hanya satu tulang yang berhasil dipulihkan, temuan ini dianggap revolusioner dalam arkeologi.
Penemuan ini memicu pertanyaan: mungkin masih banyak mumi lebih tua yang belum ditemukan atau belum diidentifikasi sebagai mumi.
Untuk anak SMP, kisah ini memperlihatkan bahwa sejarah manusia penuh kejutan dan tidak selalu seperti yang kita pelajari di buku.
Dengan penelitian lebih lanjut, kita bisa menggali bagaimana orang kuno memandikan, mengikat, dan merawat jenazah mereka dengan pengetahuan teknik tradisional. (aak)
Editor : Richard Lawongan