Berita Terbaru Business Ekbis Ekonomi & Bisnis Fakfak Feature Gedung Bintang Hiburan Hukum & Kriminal Humaniora Internasional Kesehatan Kota Sorong Lifestyle & Teknologi Manokwari Selatan Nasional News Nusantara Olahraga Opini Otomotif Papua Raya Pegunungan Arfak Publika Publika & Politik Sorong Selatan Tambrauw Teluk Bintuni Teluk Wondama Teropong

Kacang Adzuki: Jejak Domestikasi 9.000 Tahun di Asia Timur

Prisilia Rumengan • Rabu, 24 September 2025 | 16:30 WIB

Kacang adzuki modern dan adzuki bakar masih ditemukan dari Xiaogao.
Kacang adzuki modern dan adzuki bakar masih ditemukan dari Xiaogao.

RADARPAPUA - Sebuah tim peneliti internasional dari AS, China, Jepang, dan Korea Selatan menemukan bukti baru sejarah panjang kacang adzuki. Sisa kacang hangus berusia 9.000–8.000 tahun ditemukan di situs Xiaogao, Shandong, China, yang menandai awal domestikasi tanaman di Asia Timur.

Penemuan ini mendorong mundur catatan penggunaan kacang adzuki hingga 4.000 tahun lebih awal dari perkiraan sebelumnya. Pada masa Neolitik awal ini, manusia mulai beralih dari berburu ke bertani dan beternak. Kacang adzuki ternyata ikut membentuk fondasi sistem pertanian baru.

Kacang adzuki (Vigna angularis) adalah salah satu tanaman pokok Asia Timur yang terkenal kaya gizi. Selain itu, tanaman ini memiliki kemampuan memperkaya tanah lewat fiksasi nitrogen, menjadikannya penting bukan hanya bagi manusia, tetapi juga ekosistem pertanian.

Menurut penelitian, kacang adzuki ditanam bersama millet, padi, dan kedelai dalam sistem pertanian multikrop awal di wilayah Sungai Kuning. Hal ini menunjukkan tradisi bercocok tanam yang sudah mapan sejak ribuan tahun lalu.

Analisis 41 situs arkeologi di Asia Timur juga menunjukkan perbedaan ukuran dan pemanfaatan kacang adzuki di tiap wilayah. Di Jepang, Korea, dan China, kacang ini berkembang dengan jalur yang berbeda, mencerminkan keragaman budaya dan praktik kuliner.

Hasil penelitian ini sejalan dengan pandangan baru bahwa domestikasi tanaman tidak terjadi di satu pusat saja, melainkan melalui proses panjang di berbagai tempat. Praktik kuliner dan pola makan terbukti sama pentingnya dengan faktor lingkungan dalam membentuk evolusi kacang adzuki.

Jejak kacang adzuki selama 9.000 tahun ini tidak hanya memberi wawasan tentang sejarah pertanian, tetapi juga tentang bagaimana budaya dan ekologi saling membentuk. Hingga kini, adzuki tetap jadi bagian penting kuliner Asia Timur, dari sup manis Jepang hingga kue tradisional China.(aj)

Editor : Prisilia Rumengan
#asia timur #Pertanian #arkeologi #sejarah