Berita Terbaru Business Ekbis Ekonomi & Bisnis Fakfak Feature Gedung Bintang Hiburan Hukum & Kriminal Humaniora Internasional Kesehatan Kota Sorong Lifestyle & Teknologi Manokwari Selatan Nasional News Nusantara Olahraga Opini Otomotif Papua Raya Pegunungan Arfak Publika Publika & Politik Sorong Selatan Tambrauw Teluk Bintuni Teluk Wondama Teropong

Misteri Dolmen Raksasa Berusia 5.000 Tahun di Spanyol Terungkap

Richard Lawongan • Kamis, 25 September 2025 | 09:43 WIB

Dolmen yang baru di Spanyol digunakan untuk mengadakan beberapa pemakaman sekitar 5.000 tahun lalu. (Image credit: Thalassa (PAI HUM 1127))
Dolmen yang baru di Spanyol digunakan untuk mengadakan beberapa pemakaman sekitar 5.000 tahun lalu. (Image credit: Thalassa (PAI HUM 1127))

RADARPAPUA - Para arkeolog di Spanyol menemukan sebuah dolmen atau kubur batu besar yang diperkirakan berusia 5.000 tahun.

Penemuan ini berada di wilayah Andalusia, tepatnya dekat kota kecil Teba.

Dolmen ini memiliki panjang sekitar 13 meter atau 43 kaki, menjadikannya salah satu struktur prasejarah yang luar biasa.

Dolmen sendiri adalah bangunan batu besar yang biasanya digunakan untuk pemakaman pada masa prasejarah.

Menurut Live Science, dolmen ini disebut sebagai salah satu struktur pemakaman paling monumental di Andalusia.

Dinding dolmen ini terbuat dari lempengan batu tegak setinggi sekitar 2 meter.

Bagian atas dolmen ditutupi oleh batu besar horizontal, lalu ditimbun tanah dan batu kecil untuk membentuk gundukan.

Baca Juga: Kacang Adzuki: Jejak Domestikasi 9.000 Tahun di Asia Timur

Penelitian dilakukan selama empat musim penggalian hingga akhirnya dolmen berhasil terungkap sepenuhnya.

Dolmen ini digunakan sebagai tempat pemakaman kolektif, atau kuburan untuk banyak orang.

Tim menemukan beberapa tulang manusia yang disimpan dalam ossuarium atau wadah tulang.

Selain tulang, ditemukan juga benda kubur seperti kerang laut, gading, kepala panah, dan senjata berbentuk tombak dengan kapak di ujungnya.

Kerang laut ini menunjukkan adanya jaringan perdagangan jarak jauh pada masa itu.

Profesor Juan Jesús Cantillo dari Universitas Cádiz mengatakan, kerang menjadi simbol prestise dan bukti adanya hubungan dengan laut.

Dolmen kemungkinan bukan hanya untuk pemakaman, tetapi juga dipakai untuk ritual dan penanda wilayah.

Profesor Eduardo Vijande Vila menambahkan, dolmen bisa menandakan kepemilikan tanah dalam masyarakat pertanian.

Dolmen serupa juga ditemukan di Eropa, misalnya Arthur’s Stone di Inggris yang berusia sekitar 5.700 tahun.

Spanyol sendiri punya banyak dolmen terkenal, termasuk Dolmen Guadalperal yang berusia 7.000 tahun.

Penemuan terbaru ini menambah daftar panjang situs prasejarah di Andalusia.

Hingga kini, penelitian lebih lanjut masih terus dilakukan oleh para arkeolog.

Penemuan ini sekaligus membuka jendela baru untuk memahami kehidupan manusia prasejarah di Eropa.

Temuan dolmen raksasa ini membuktikan bahwa ribuan tahun lalu, manusia sudah memiliki budaya dan sistem sosial yang maju.

Dengan panjang dan bentuknya yang unik, dolmen ini menjadi saksi bisu dari perjalanan sejarah manusia.

Ke depan, dolmen ini diperkirakan akan menjadi salah satu situs arkeologi penting di Spanyol.

Temuan ini membuat kita semakin sadar betapa kayanya warisan budaya nenek moyang kita.

Penelitian lebih lanjut juga akan memberi jawaban apakah dolmen ini punya kaitan dengan fenomena astronomi.

Kini, dolmen itu berdiri sebagai pengingat kuat bahwa peradaban kuno jauh lebih kompleks daripada yang kita bayangkan. (aak)

Editor : Richard Lawongan
#SPANYOL #PemakamanKuno #Andalusia #arkeologi #Dolmen