Berita Terbaru Business Ekbis Ekonomi & Bisnis Fakfak Feature Gedung Bintang Hiburan Hukum & Kriminal Humaniora Internasional Kesehatan Kota Sorong Lifestyle & Teknologi Manokwari Selatan Nasional News Nusantara Olahraga Opini Otomotif Papua Raya Pegunungan Arfak Publika Publika & Politik Sorong Selatan Tambrauw Teluk Bintuni Teluk Wondama Teropong

Misteri Tengkorak 1 Juta Tahun dari Tiongkok: Jejak Awal Keturunan Manusia

Richard Lawongan • Jumat, 26 September 2025 | 15:25 WIB

Tengkorak Yunxian 2 yang tidak direkonstruksi bertempat di Museum Provinsi Hubei. (Image credit: Gary Todd / Wikimedia Commons (CC0))
Tengkorak Yunxian 2 yang tidak direkonstruksi bertempat di Museum Provinsi Hubei. (Image credit: Gary Todd / Wikimedia Commons (CC0))
RADARPAPUA - Sebuah tengkorak purba yang diperkirakan berusia sekitar satu juta tahun ditemukan di provinsi Hubei, Tiongkok, dan dipelajari ulang untuk mencari tahu asal-usul manusia masa kini, Neanderthal, dan Denisovan

Tengkorak itu dikenal sebagai Yunxian 2 dan pertama kali ditemukan dalam kondisi rusak pada tahun 1990.

Awalnya, para ilmuwan memasukkannya ke dalam spesies Homo erectus karena bentuknya yang kasar dan struktur tengkorak yang sederhana.

Namun analisis terkini memakai teknik digital canggih menghasilkan rekonstruksi yang lebih halus dari bentuk aslinya.

Dengan rekonstruksi tersebut, para peneliti menyimpulkan bahwa tengkorak ini lebih dekat ke garis keturunan yang dikenal sebagai Homo longi atau terkait dengan kelompok Denisovan.

Menurut analisis, ciri-ciri tengkorak seperti ukuran otak, tulang wajah, dan rahang sulit cocok dengan Homo erectus biasa.

Temuan ini menunjukkan bahwa garis keturunan manusia modern, Neanderthal, dan Denisovan mungkin sudah berpisah lebih awal dari yang selama ini diperkirakan.

Baca Juga: Jejak Wampum: Manik-manik Cangkang Langka Ditemukan di Koloni Abad ke-17 Newfoundland

Perpecahan (divergence) antar spesies manusia kuno itu mungkin sudah terjadi sekitar satu juta tahun lalu.

Para ilmuwan menggunakan metode seperti CT scan dan pencitraan resolusi tinggi untuk mengembalikan bentuk asli tengkorak tersebut.

Hasilnya menunjukkan bahwa Yunxian 2 mempunyai kombinasi ciri primitif dan lanjutan yang unik.

Menariknya, temuan ini mengguncang teori lama bahwa asal-usul manusia modern hanya di Afrika dan menunjukkan Asia punya peranan penting.

Penelitian ini diterbitkan dalam jurnal Science dan melibatkan tim internasional.

Jika benar, studi ini mengubah peta pohon evolusi manusia selama periode satu juta hingga beberapa ratus ribu tahun lalu.

Beberapa ahli menganggap temuan ini sangat signifikan untuk menjelaskan masa “muddle in the middle” dalam evolusi manusia.

“Muddle in the middle” adalah istilah dalam paleoantropologi yang menggambarkan periode antara satu juta hingga 300 ribu tahun yang penuh kerancuan fosil dan garis keturunan manusia.

Namun tidak semua ilmuwan langsung menerima reinterpretasi ini—beberapa menyebut masih diperlukan lebih banyak bukti fosil dan genetik.

Tengkorak ini tidak menyediakan DNA yang utuh, maka identifikasi penggunaan genetik menjadi tantangan besar.

Para peneliti berharap analisis protein atau teknik lain bisa memberikan petunjuk genetik di masa depan.

Bagi anak SMP, kisah ini mengajarkan bahwa fosil kuno bisa mengubah cara kita memahami siapa nenek moyang kita.

Dengan temuan seperti Yunxian 2, sejarah manusia menjadi semakin kompleks dan penuh kejutan. (aak)

Editor : Richard Lawongan
#Tengkorak Purba #evolusi manusia #Homo longi #Yunxian 2 #Denisovan #Paleoantropologi