RADARPAPUA - Di dekat situs kuno Hippos di Galilea, para arkeolog menggali sebuah peti harta karun berisi koin emas dan perhiasan yang disembunyikan pada masa kekacauan abad ke-7
Harta karun itu terdiri dari 97 koin emas murni dan puluhan perhiasan kecil yang dilengkapi mutiara, batu semi-mulia, dan kaca
Koin-koin itu berasal dari masa pemerintahan Kaisar Bizantium Justin I (518–527) hingga masa awal Kaisar Heraclius (610–613)
Beberapa koin ditemukan dibungkus kain, menunjukkan bahwa pemiliknya menyembunyikannya dengan rapi
Penemuan ini disebut sebagai salah satu dari lima harta emas terbesar dari periode Bizantium yang ditemukan di daerah darat Israel
Seorang detektoris logam bernama Edie Lipsman yang sedang berjalan di lokasi merasa alatnya “gila” karena koin emas mulai muncul satu per satu dari tanah
Ia menggeser batu besar antara dua dinding kuno dan kemudian emas itu keluar berturut-turut
Koin-koin yang ditemukan termasuk jenis solidus, semisses, dan tremisses, masing-masing mewakili nilai penuh, setengah, dan sepertiga dari solidus
Baca Juga: Misteri Tengkorak 1 Juta Tahun dari Tiongkok: Jejak Awal Keturunan Manusia
Salah satu tremissis sangat langka dan kemungkinan dicetak di Siprus pada tahun 610 dalam konteks pemberontakan Heraclius terhadap Kaisar Phocas
Distribusi koin menunjukkan bahwa harta itu disembunyikan menjelang invasi Sasanian tahun 614 ketika kota Hippos dan wilayah Kristen lainnya terancam
Daerah Galilea menjadi pusat konflik, dan kota Hippos akhirnya ditinggalkan setelah gempa bumi besar tahun 749
Dr. Michael Eisenberg dari Universitas Haifa menyebut bahwa kombinasi koin dan perhiasan yang ditemukan menjadikannya sangat menarik secara numismatik
Perhiasan ditemukan dalam kondisi baik, dengan setiap bagian berhias batu dan desain yang halus
Penemuan ini membuka jendela baru tentang ekonomi, politik, dan konflik agama di wilayah tersebut pada abad ke-7
Para ilmuwan sekarang akan menganalisis setiap koin dan perhiasan untuk memahami dari mana asal bahan dan siapa pemiliknya
Benda ini bisa menceritakan jaringan perdagangan Bizantium, hubungan antar kota, dan perbedaan kekayaan
Untuk anak sekolah, kisah ini memperlihatkan bahwa petualangan sejarah tidak selalu tentang kerajaan besar, tetapi juga benda kecil yang disembunyikan
Dengan temuan seperti ini, peta sejarah wilayah Levant menjadi lebih kaya dan kompleks
Ada kemungkinan bahwa banyak harta lain masih tertimbun di situs kuno yang belum tergali
Para museum sudah menyatakan minat untuk memajang koleksi harta ini setelah studi selesai
Studi ini juga mengingatkan bahwa masa konflik sering membawa tindakan menyembunyikan kekayaan agar terlindungi
Dengan kerja keras arkeolog dan teknologi modern, rahasia masa lalu bisa kembali terkuak perlahan
Penemuan harta ini menjadi penghubung antara dunia kuno dan masa kini lewat benda yang pernah disentuh manusia dahulu. (aak)
Editor : Richard Lawongan