Berita Terbaru Business Ekbis Ekonomi & Bisnis Fakfak Feature Gedung Bintang Hiburan Hukum & Kriminal Humaniora Internasional Kesehatan Kota Sorong Lifestyle & Teknologi Manokwari Selatan Nasional News Nusantara Olahraga Opini Otomotif Papua Raya Pegunungan Arfak Publika Publika & Politik Sorong Selatan Tambrauw Teluk Bintuni Teluk Wondama Teropong

Harta Terpendam 1.400 Tahun di Galilea: Emas & Perhiasan dari Zaman Bizantium

Richard Lawongan • Minggu, 28 September 2025 | 14:52 WIB

Seorang detektoris logam menemukan penimbunan koin dan perhiasan abad ketujuh ini di dekat Laut Galilea. (Image credit: Michael Eisenberg)
Seorang detektoris logam menemukan penimbunan koin dan perhiasan abad ketujuh ini di dekat Laut Galilea. (Image credit: Michael Eisenberg)

RADARPAPUA - Di dekat situs kuno Hippos di Galilea, para arkeolog menggali sebuah peti harta karun berisi koin emas dan perhiasan yang disembunyikan pada masa kekacauan abad ke-7

Harta karun itu terdiri dari 97 koin emas murni dan puluhan perhiasan kecil yang dilengkapi mutiara, batu semi-mulia, dan kaca

Koin-koin itu berasal dari masa pemerintahan Kaisar Bizantium Justin I (518–527) hingga masa awal Kaisar Heraclius (610–613)

Beberapa koin ditemukan dibungkus kain, menunjukkan bahwa pemiliknya menyembunyikannya dengan rapi

Penemuan ini disebut sebagai salah satu dari lima harta emas terbesar dari periode Bizantium yang ditemukan di daerah darat Israel

Seorang detektoris logam bernama Edie Lipsman yang sedang berjalan di lokasi merasa alatnya “gila” karena koin emas mulai muncul satu per satu dari tanah

Ia menggeser batu besar antara dua dinding kuno dan kemudian emas itu keluar berturut-turut

Koin-koin yang ditemukan termasuk jenis solidus, semisses, dan tremisses, masing-masing mewakili nilai penuh, setengah, dan sepertiga dari solidus

Baca Juga: Misteri Tengkorak 1 Juta Tahun dari Tiongkok: Jejak Awal Keturunan Manusia

Salah satu tremissis sangat langka dan kemungkinan dicetak di Siprus pada tahun 610 dalam konteks pemberontakan Heraclius terhadap Kaisar Phocas

Distribusi koin menunjukkan bahwa harta itu disembunyikan menjelang invasi Sasanian tahun 614 ketika kota Hippos dan wilayah Kristen lainnya terancam

Daerah Galilea menjadi pusat konflik, dan kota Hippos akhirnya ditinggalkan setelah gempa bumi besar tahun 749

Dr. Michael Eisenberg dari Universitas Haifa menyebut bahwa kombinasi koin dan perhiasan yang ditemukan menjadikannya sangat menarik secara numismatik

Perhiasan ditemukan dalam kondisi baik, dengan setiap bagian berhias batu dan desain yang halus

Penemuan ini membuka jendela baru tentang ekonomi, politik, dan konflik agama di wilayah tersebut pada abad ke-7

Para ilmuwan sekarang akan menganalisis setiap koin dan perhiasan untuk memahami dari mana asal bahan dan siapa pemiliknya

Benda ini bisa menceritakan jaringan perdagangan Bizantium, hubungan antar kota, dan perbedaan kekayaan

Untuk anak sekolah, kisah ini memperlihatkan bahwa petualangan sejarah tidak selalu tentang kerajaan besar, tetapi juga benda kecil yang disembunyikan

Dengan temuan seperti ini, peta sejarah wilayah Levant menjadi lebih kaya dan kompleks

Ada kemungkinan bahwa banyak harta lain masih tertimbun di situs kuno yang belum tergali

Para museum sudah menyatakan minat untuk memajang koleksi harta ini setelah studi selesai

Studi ini juga mengingatkan bahwa masa konflik sering membawa tindakan menyembunyikan kekayaan agar terlindungi

Dengan kerja keras arkeolog dan teknologi modern, rahasia masa lalu bisa kembali terkuak perlahan

Penemuan harta ini menjadi penghubung antara dunia kuno dan masa kini lewat benda yang pernah disentuh manusia dahulu. (aak)

Editor : Richard Lawongan
#harta karun #Hippos #koin emas #arkeologi #Bizantium