RADARPAPUA – Gadebridge Park Roman Villa di Hemel Hempstead, Hertfordshire, Inggris, adalah vila Romawi yang luas danari abad pertama sampai keempat Masehi yang memiliki salah satu kolam renang pribadi terbesar yang diketahui di Romawi Britania menurut Our Dacorum dan Roman-Britain situs resmi
Vila ini ditemukan secara kebetulan pada tahun 1962 ketika pekerja konstruksi jalan membuka dinding bangunan tua yang terkubur di bawah tanah dan pondasi jalan Leighton Buzzard Road
Penggalian pertama berlangsung antara 1963–1968 di bawah arahan Dr. David S. Neal, dengan dukungan komunitas lokal dan museum setempat
Vila awalnya berupa bangunan kayu sederhana sekitar AD 75 diikuti pengembangan ke bangunan batu lebih megah saat era Antoninus Pius (sekitar AD 138-161)
Selama abad ke-2, vila ini diperluas dengan sayap bangunan berlatar koridor dan ruang-ruang tambahan untuk kegiatan sehari-hari dan menunjang kehidupan pemiliknya yang kaya
Kemudian di sepertiga akhir abad ke-3 hingga awal abad ke-4, kolam renang besar ditambahkan di bagian selatan bagian timur vila, yang dianggap sebagai kolam renang pribadi terbesar yang pernah ditemukan di vila Romawi di Inggris
Kolam tersebut ukurannya sekitar 12,20 meter lebar dan 20,98 meter panjang (sekitar 40 kaki × 68,5 kaki) dengan lima anak tangga besar yang menghubungkan ke air kolam – menarik dan menunjukkan penggunaan simbol status dan rekreasi vila
Sebelum kolam besar itu, vila memiliki fasilitas pemandian (bath house) dengan beberapa ruang dingin dan panas untuk mandi, mandi berendam, dan ruang pemanas (hypocaust) yang menunjukkan tingkat kenyamanan tinggi bagi penghuninya waktu itu
Situs ini mengalami minimal tujuh periode pembangunan, mulai dari bangunan kayu hingga struktur batu besar dengan beberapa sayap, aula dan bangunan tambahan untuk pertanian dan hewan ternak
Pada sekitar AD 325, vila mencapai fase puncak, dengan kolam besar menjadi bagian utama fasilitas rekreasi dan sosialnya
Hanya beberapa dekade kemudian vila ini tampaknya dihancurkan secara sengaja—diperkirakan terkait dengan konflik politik masa itu, terutama setelah era kekuasaan Magnentius sekitar AD 350-353
Baca Juga: Harta Terpendam 1.400 Tahun di Galilea: Emas & Perhiasan dari Zaman Bizantium
Setelah kehancuran, area vila digunakan sebagai lahan pertanian, kandang ternak, dan aktivitas lokal sampai abad selanjutnya sebelum akhirnya terlupakan dan kembali menjadi tanah terbuka
Artefak dari penggalian seperti pecahan keramik, pilar batu, mosaik, dan bagian pavement (lantai batu hias) ditimbun kembali untuk melindungi jejak arkeologi dari kerusakan lingkungan
Sekarang vila ini masuk kategori scheduled monument, dilindungi secara hukum untuk melestarikan sisa-sisa struktur serta agar publik bisa mengenal sejarah lokal di bawah tanah taman Gadebridge Park
Outline (garis besar) dari vila dan kolam renangnya sudah ditandai ulang di atas rumput untuk menunjukkan di mana bangunan-bangunan itu berada walau tidak terlihat dari permukaan tanah
Museum lokal dan badan warisan (Heritage organizations) menyimpan artefak dan membuat model skala villa agar pengunjung bisa memahami seperti apa vila Romawi itu saat masa jayanya
Penemuan vila ini membantu memperluas pemahaman tentang gaya hidup elite Romawi di luar kota besar seperti Verulamium dan bagaimana fasilitas mewah seperti kolam pribadi digunakan sebagai simbol status dalam wilayah pedesaan
Kolam besar di Gadebridge Villa unik karena ukurannya hampir menyamai Great Bath di Bath, yang terkenal sebagai fasilitas mandi besar pada masa Romawi Britania
Kini sisa struktur vila tersebut tertutup rumput dan tanah, tetapi tetap menjadi sumber penelitian arkeologi, edukasi, dan kepentingan budaya lokal yang penting
Masyarakat lokal sering dijadikan bagian tur sejarah (Heritage Open Days) agar mereka bisa melihat lokasi dan belajar sejarah yang selama ini tersembunyi di bawah taman kota
Penelitian lanjutan diharapkan bisa membawa analisa geokimia tanah, teknik konstruksi kolam serta sumber airnya supaya diketahui secara lebih mendalam bagaimana sistem pasokan air dan pemeliharaannya pada masa Romawi dilakukan
(AR)
Editor : Prisilia Rumengan