RADARPAPUA – iPhone Air yang baru saja dirilis menimbulkan banyak perhatian, bukan hanya karena desainnya yang tipis dan elegan, tetapi juga karena keputusan Apple menghadirkan perangkat ini hanya dengan satu speaker.
Tidak seperti iPhone lain yang biasanya dilengkapi dengan sistem audio ganda, Air hanya memiliki speaker tunggal yang terletak pada bagian lubang suara. Hal ini membuat banyak pengguna merasakan kualitas audio yang kurang memuaskan.
Dalam pengujian kualitas suara, iPhone Air mencatat skor kenyaringan “Rata-rata” di angka -29,8 LUFS.
Angka ini memperlihatkan bahwa performa audionya tidak sekuat yang diharapkan, terutama jika dibandingkan dengan seri iPhone sebelumnya yang lebih unggul di sektor audio.
Musik, video, maupun panggilan telepon terdengar jelas, tetapi suara yang dihasilkan cenderung tipis, minim bass, dan kurang memiliki kedalaman.
Sejumlah pengguna yang telah mencoba perangkat ini mengungkapkan pengalaman mereka. Menurut mereka, meskipun vokal terdengar jernih, suara secara keseluruhan terasa datar.
Tidak ada dimensi suara yang memadai, terutama ketika digunakan untuk memutar musik dengan instrumen berat atau menonton film yang menuntut kualitas suara sinematis.
Hal ini berbeda jauh dengan pengalaman menggunakan iPhone Pro atau bahkan beberapa ponsel Android kompetitor yang hadir dengan speaker stereo lebih kaya suara.
Banyak pihak menilai keputusan Apple hanya memasang satu speaker pada iPhone Air disebabkan oleh keterbatasan ruang.
Desain tipis yang menjadi daya tarik utama perangkat ini membuat tidak ada cukup ruang untuk menempatkan speaker tambahan maupun ruang gema yang dapat meningkatkan kualitas audio. Dengan kata lain, Apple harus memilih antara menjaga ketipisan perangkat atau menghadirkan sistem audio yang lebih memadai.
Meski demikian, iPhone Air tetap punya keunggulan lain yang bisa menarik pengguna, seperti layar LTPO OLED yang efisien, desain premium, serta performa prosesor yang cukup kuat. Namun, bagi mereka yang menempatkan kualitas suara sebagai prioritas, tentu keterbatasan ini menjadi pertimbangan besar.
Seorang pengguna di forum teknologi menyebutkan, “Saya suka desain tipisnya, tetapi untuk mendengarkan musik saya lebih sering menggunakan earphone karena speaker bawaannya terasa kurang.” Pernyataan ini menggambarkan kenyataan bahwa meski perangkat ini memiliki daya tarik visual, kompromi pada sektor audio cukup signifikan.
Pada akhirnya, iPhone Air menjadi bukti bagaimana setiap desain memiliki konsekuensi. Apple berhasil menghadirkan ponsel yang ringan, tipis, dan elegan, tetapi harus mengorbankan kualitas suara yang biasanya menjadi salah satu keunggulan produk mereka.(Sil)
Editor : Prisilia Rumengan