Berita Terbaru Business Ekbis Ekonomi & Bisnis Fakfak Feature Gedung Bintang Hiburan Hukum & Kriminal Humaniora Internasional Kesehatan Kota Sorong Lifestyle & Teknologi Manokwari Selatan Nasional News Nusantara Olahraga Opini Otomotif Papua Raya Pegunungan Arfak Publika Publika & Politik Sorong Selatan Tambrauw Teluk Bintuni Teluk Wondama Teropong

Riset Cornell: Esai Pendaftaran Kampus dari ChatGPT Mudah Terbaca "Palsu"

Richard Lawongan • Senin, 29 September 2025 | 12:40 WIB

AI dapat menulis esai kuliah Anda, tetapi tidak akan terdengar seperti Anda
AI dapat menulis esai kuliah Anda, tetapi tidak akan terdengar seperti Anda

RADARPAPUA - Bagi siswa yang tergoda menggunakan ChatGPT untuk menulis esai pendaftaran kuliah, sebaiknya pikir ulang. Riset baru dari Cornell Ann S. Bowers College of Computing and Information Science menunjukkan bahwa esai buatan AI cenderung generik dan mudah dibedakan dari tulisan manusia.

Studi ini membandingkan 30.000 esai asli dengan hasil dari delapan model bahasa besar (LLM) populer. Bahkan saat diminta menulis dari perspektif ras, gender, atau lokasi tertentu, AI tetap menghasilkan narasi yang seragam dan formulaik.

"Esai adalah kesempatan untuk menunjukkan siapa diri Anda di luar formulir aplikasi," kata Rene Kizilcec, profesor di Cornell. "ChatGPT bagus untuk memberi umpan balik, tapi kalau diminta menulis penuh, hasilnya justru terdengar generik."

Tim peneliti menemukan bahwa model AI cenderung mengulang kata kunci dari prompt dan menyusun detail personal secara kaku. Ironisnya, semakin banyak informasi pribadi dimasukkan, semakin "tidak manusiawi" hasil tulisannya.

Contohnya, ChatGPT menulis: "Growing up in Rabat, Morocco, I have always been acutely aware of the intricate tapestry of my heritage..."—kalimat yang terdengar klise dan bisa langsung dikenali sebagai AI.

Lebih jauh, peneliti melatih model AI lain untuk membedakan esai manusia vs AI, dan hasilnya hampir sempurna. Artinya, jika kampus memang ingin, mereka bisa mendeteksi esai AI dengan sangat mudah.

Rekomendasi peneliti: gunakan AI hanya untuk mengasah tulisan, bukan membuat draf penuh. "Tulisan esai adalah kesempatan refleksi pribadi," kata Jinsook Lee, penulis utama. "Itu pengalaman berharga yang tidak bisa digantikan AI."(aj)

 

Editor : Richard Lawongan
#Chat GPT #essay #Pendidikan #AI