Berita Terbaru Business Ekbis Ekonomi & Bisnis Fakfak Feature Gedung Bintang Hiburan Hukum & Kriminal Humaniora Internasional Kesehatan Kota Sorong Lifestyle & Teknologi Manokwari Selatan Nasional News Nusantara Olahraga Opini Otomotif Papua Raya Pegunungan Arfak Publika Publika & Politik Sorong Selatan Tambrauw Teluk Bintuni Teluk Wondama Teropong

Google: Optimisme AI di Amerika Latin Tersandung Krisis Talenta

Richard Lawongan • Senin, 29 September 2025 | 12:42 WIB

Wakil Presiden Google Amerika Latin, Adriana Noreña berpose untuk foto menjelang wawancara dengan kantor berita AFP di Mexico City pada 24 September 2025.
Wakil Presiden Google Amerika Latin, Adriana Noreña berpose untuk foto menjelang wawancara dengan kantor berita AFP di Mexico City pada 24 September 2025.

RADARPAPUA - Kecerdasan buatan (AI) tengah berkembang pesat di Amerika Latin, tetapi kekurangan talenta menjadi batu sandungan utama. Hal ini diungkapkan Adriana Norena, Wakil Presiden Google Amerika Latin, dalam wawancara dengan AFP di Meksiko.

Norena menyebut adopsi AI di kawasan ini “mendekati Amerika Serikat dan setara dengan Eropa.” Namun, ia menekankan ada “krisis pelatihan” karena masih sedikit tenaga kerja yang benar-benar siap mengoperasikan dan mengembangkan teknologi tersebut.

Survei menunjukkan masyarakat Amerika Latin relatif optimistis dengan peluang AI. Meski demikian, AI juga sering dituding mengurangi trafik ke situs media. Norena membantah, dengan menyebut AI justru berfungsi sebagai filter yang mengirimkan trafik lebih berkualitas.

Google sendiri berhasil melakukan comeback dramatis setelah awal yang tersendat dalam perlombaan AI. Perusahaan induknya, Alphabet, mencatat laba kuartal kedua sebesar $28,2 miliar—sebagian besar berkat AI.

Namun, ekspansi pusat data di Amerika Latin menuai kritik karena konsumsi air yang masif. Rencana pusat data Google di Chili dan Uruguay sempat diprotes publik karena akan menyedot miliaran liter air per tahun. Perusahaan akhirnya beralih ke teknologi pendingin udara yang lebih mahal tapi hemat air.

Norena menegaskan komitmen Google agar pusat data di kawasan ini segera “mandiri dan bebas emisi.”

Sejak 2021, Google juga bermitra dengan Agence France-Presse melalui perjanjian lima tahun untuk membayar konten berita di Eropa—sebuah langkah yang menunjukkan hubungan erat perusahaan dengan industri media.(aj)

Editor : Richard Lawongan
#Lingkungan #Teknologi #Google #amerika latin #AI