RADARPAPUA – Di kota Cuijk, Belanda (dulu dikenal sebagai Ceuclum), arkeolog sedang melakukan penggalian bawah air terhadap struktur pelabuhan Romawi abad ke-4 di sungai Maas dan publik dapat menyaksikannya secara langsung melalui live stream menurut Arkeonews
Pada area sekitar 7 × 40 meter, tim menemukan tiang-tiang kayu terawat dan sisa dermaga kayu yang membentuk bagian dari pelabuhan kuai Romaw
Struktur kayu ini terkait dengan benteng Romawi yang dahulu berdiri di tepi sungai sebagai bagian dari jaringan logistik militer dan sipil di perbatasan Maas rendah
Artefak yang menyertai mereka mencakup keramik, fragmen kaca, benda kulit, alat logam, dan batu impor—menunjukkan aktivitas perdagangan dan suplai
Situs ini istimewa karena artefak organik masih terlindungi oleh sedimen basah yang menghalangi pembusukan di bawah air
Peninggalan pelabuhan Romawi sangat langka di Belanda, sehingga Cuijk menjadi penemuan penting dalam studi infra-struktur sungai di wilayah perbatasan Romawi
Awalnya, rencana konservasi hanya akan melestarikan struktur di tempatnya (in situ), tetapi karena arus sungai dan aktivitas perahu mengikis sedimen, tim memutuskan untuk mengambil struktur secara aktif
Baca Juga: Asal Usul Uang Bukan dari Barter: Pelajaran dari Tally Stick Kuno
Metode modern digunakan, termasuk pemindaian geofisika, pengeboran inti, serta penggunaan vacuums bawah air untuk menyedot sedimen secara hati-hati
Kayu dan artefak diangkat ke permukaan dengan dokumentasi rinci untuk analisis laboratorium konservasi selanjutnya
Proyek ini dijalankan oleh konsorsium Vestigia, Baars-CIPRO, MSDS Marine, bersama kolektif penyelam Mergor dan sukarelawan lokal
Live streaming dilakukan melalui situs romeinenonderwater.nl, di mana publik dapat melihat diver bekerja dan artefak diangkat dari bawah air
Proyek ini berlangsung sejak 19 September dan dijadwalkan terus berjalan hingga Oktober 2025
Setelah diangkat, struktur akan dikonservasi dan dianalisis untuk mengungkap teknik pembangunan dermaga Romawi di sungai besar
Analisis kayu dan sambungan dapat memberikan wawasan bagaimana kayu tahan air di masa Romawi bisa bertahan ratusan tahun
Artefak pendukung membantu memahami jalur perdagangan lokal di wilayah Maas serta hubungan antara benteng dan jalur sungai
Penemuan ini juga menjadi contoh bagaimana konservasi warisan bawah air dapat dilakukan secara aktif untuk menyelamatkan artefak yang terancam erosi
Cuijk sekarang menjadi titik fokus arkeologi bawah air di Eropa, menyatukan penelitian, teknologi, dan partisipasi publik dengan cara transparan
(AR)
Editor : Prisilia Rumengan