Berita Terbaru Business Ekbis Ekonomi & Bisnis Fakfak Feature Gedung Bintang Hiburan Hukum & Kriminal Humaniora Internasional Kesehatan Kota Sorong Lifestyle & Teknologi Manokwari Selatan Nasional News Nusantara Olahraga Opini Otomotif Papua Raya Pegunungan Arfak Publika Publika & Politik Sorong Selatan Tambrauw Teluk Bintuni Teluk Wondama Teropong

Pelabuhan Romawi Terendam di Maas: Penemuan Struktur Bawah Air Disiarkan Langsung

Prisilia Rumengan • Senin, 29 September 2025 | 19:32 WIB

In the Dutch town of Cuijk, once known in Roman times as Ceuclum, archaeologists are currently undertaking one of the most ambitious underwater excavations in Europe.
In the Dutch town of Cuijk, once known in Roman times as Ceuclum, archaeologists are currently undertaking one of the most ambitious underwater excavations in Europe.

RADARPAPUA – Di kota Cuijk, Belanda (dulu dikenal sebagai Ceuclum), arkeolog sedang melakukan penggalian bawah air terhadap struktur pelabuhan Romawi abad ke-4 di sungai Maas dan publik dapat menyaksikannya secara langsung melalui live stream menurut Arkeonews 

Pada area sekitar 7 × 40 meter, tim menemukan tiang-tiang kayu terawat dan sisa dermaga kayu yang membentuk bagian dari pelabuhan kuai Romaw

Struktur kayu ini terkait dengan benteng Romawi yang dahulu berdiri di tepi sungai sebagai bagian dari jaringan logistik militer dan sipil di perbatasan Maas rendah

Artefak yang menyertai mereka mencakup keramik, fragmen kaca, benda kulit, alat logam, dan batu impor—menunjukkan aktivitas perdagangan dan suplai

Situs ini istimewa karena artefak organik masih terlindungi oleh sedimen basah yang menghalangi pembusukan di bawah air

Peninggalan pelabuhan Romawi sangat langka di Belanda, sehingga Cuijk menjadi penemuan penting dalam studi infra-struktur sungai di wilayah perbatasan Romawi

Awalnya, rencana konservasi hanya akan melestarikan struktur di tempatnya (in situ), tetapi karena arus sungai dan aktivitas perahu mengikis sedimen, tim memutuskan untuk mengambil struktur secara aktif

Baca Juga: Asal Usul Uang Bukan dari Barter: Pelajaran dari Tally Stick Kuno

Metode modern digunakan, termasuk pemindaian geofisika, pengeboran inti, serta penggunaan vacuums bawah air untuk menyedot sedimen secara hati-hati

Kayu dan artefak diangkat ke permukaan dengan dokumentasi rinci untuk analisis laboratorium konservasi selanjutnya

Proyek ini dijalankan oleh konsorsium Vestigia, Baars-CIPRO, MSDS Marine, bersama kolektif penyelam Mergor dan sukarelawan lokal

Live streaming dilakukan melalui situs romeinenonderwater.nl, di mana publik dapat melihat diver bekerja dan artefak diangkat dari bawah air 

Proyek ini berlangsung sejak 19 September dan dijadwalkan terus berjalan hingga Oktober 2025 

Setelah diangkat, struktur akan dikonservasi dan dianalisis untuk mengungkap teknik pembangunan dermaga Romawi di sungai besar 

Analisis kayu dan sambungan dapat memberikan wawasan bagaimana kayu tahan air di masa Romawi bisa bertahan ratusan tahun

Artefak pendukung membantu memahami jalur perdagangan lokal di wilayah Maas serta hubungan antara benteng dan jalur sungai 

Penemuan ini juga menjadi contoh bagaimana konservasi warisan bawah air dapat dilakukan secara aktif untuk menyelamatkan artefak yang terancam erosi 

Cuijk sekarang menjadi titik fokus arkeologi bawah air di Eropa, menyatukan penelitian, teknologi, dan partisipasi publik dengan cara transparan

(AR)

Editor : Prisilia Rumengan
#romania #Arkeologi Bawah Laut #terlupakan #arkeologi #Arkeologi Bawah Air