RADARPAPUA - Arkeolog menemukan sepasang bros berbentuk elang yang dipenuhi permata dan kaca, digunakan oleh wanita berpengaruh di zaman Visigoth.
Bros ini berasal dari abad keenam, kira-kira tahun 501 hingga 533 Masehi, ketika Kerajaan Visigoth menguasai Semenanjung Iberia.
Dua bros elang tersebut ditemukan di Alovera, Spanyol, dan kini disimpan di Museum Arkeologi Nasional Madrid.
Bahan bros berupa perunggu berlapis emas, dihiasi kaca berwarna merah dan biru-hijau serta batu putih.
Bentuk elang dipilih karena burung pemangsa ini melambangkan kekuasaan di budaya Visigoth.
Mata elang pada bros itu dibuat dari permata biru yang menyala, memberi kesan mata elang yang tajam.
Teknik yang digunakan adalah cloisonné, yaitu memasang kaca dan batu ke dalam ruang logam kecil sebagai dekorasi.
Baca Juga: Kenapa “Hobbit” Purba Tumbuh Lambat dan Tak Selalu Otaknya Membesar
Pada bagian belakang bros masih terlihat sisa mekanisme pegas dan kait yang digunakan untuk menjepit pakaian.
Bros semacam ini biasanya dipakai di bahu sebagai penjepit jubah atau mantel wanita Visigoth.
Penemuan bros elang menunjukkan bahwa wanita dalam masyarakat Visigoth memiliki status sosial dan simbol kekuasaan.
Zaman migrasi Eropa (abad ke-4 hingga ke-8) adalah periode ketika suku seperti Visigoth berpindah ke barat karena melemahnya Kekaisaran Romawi.
Visigoth berasal dari Goth Barat dan menetap di Iberia membangun kerajaan dari Toledo sebagai pusatnya.
Simbol elang juga muncul berulang dalam seni dan arsitektur Visigoth sebagai lambang kekuatan ilahi.
Buku seni abad pertengahan mencatat bahwa bros elang sering ditemukan dalam kuburan wanita Visigoth secara berpasang.
Meski bros itu tampak menunjukkan bahwa pemiliknya sangat berpengaruh, pemakaman di Alovera dulu belum diteliti dengan metode modern jadi identitas pastinya sulit ditentukan.
Wanita dalam masyarakat Visigoth memiliki hak waris dan memilih sendiri pernikahan dalam beberapa kasus, sebuah kebijakan yang relatif maju untuk zamannya.
Namun catatan sejarah yang menyebut nama wanita penguasa Visigoth sangat sedikit, sehingga objek seperti bros ini sangat penting.
Penemuan bros ini membuka jendela terhadap kehidupan sosial, politik, dan ekspresi kekuasaan wanita masa silam.
Studi dan publikasi tentang bros ini memberikan pandangan bahwa kekayaan dan simbol bisa muncul dalam benda kecil namun bermakna. (aak)
Editor : Richard Lawongan