Berita Terbaru Business Ekbis Ekonomi & Bisnis Fakfak Feature Gedung Bintang Hiburan Hukum & Kriminal Humaniora Internasional Kesehatan Kota Sorong Lifestyle & Teknologi Manokwari Selatan Nasional News Nusantara Olahraga Opini Otomotif Papua Raya Pegunungan Arfak Publika Publika & Politik Sorong Selatan Tambrauw Teluk Bintuni Teluk Wondama Teropong

Lukisan Batu Berukuran Nyata Menunjukkan Jejak Penghuni Terdahulu di Arab Saudi

Richard Lawongan • Rabu, 1 Oktober 2025 | 11:05 WIB

Para arkeolog menemukan 62 panel seni rock dengan 176 ukiran hewan dan manusia. (Image credit: Maria Guagnin)
Para arkeolog menemukan 62 panel seni rock dengan 176 ukiran hewan dan manusia. (Image credit: Maria Guagnin)

RADARPAPUA - Para arkeolog menemukan ratusan ukiran batu (rock art) di Arab Saudi yang dibuat lebih dari 12.000 tahun lalu.

Gambar-gambar itu menggambarkan binatang hidup seukuran aslinya, seperti unta dan gazel.

Ukiran tersebut berada di tebing batu dan bongkahan batu di wilayah gurun Nefud utara Arab Saudi.

Diperkirakan terdapat 62 panel batu dengan 176 ukiran hewan dan manusia.

Beberapa ukiran dibuat setinggi hingga 2 meter lebih di dinding batu.

Salah satu panel ukiran berada di tebing setinggi sekitar 39 meter dari dasar.

Metode penanggalan menggunakan luminescence dating dan penanggalan radiokarbon pada lapisan sedimen memberi usia antara 12.800 hingga 11.400 tahun.

Dalam penggalian di bawah ukiran, ditemukan alat batu, tulang hewan, dan bekas api.

Baca Juga: Bros Elang Berusia 1.500 Tahun dan Kejayaan Wanita Visigoth

Tim peneliti menduga ukiran batu ini digunakan sebagai penanda jalur menuju oasis atau sumber air di gurun.

Pada masa itu, wilayah gurun Nefud sempat mengalami periode lembap yang menciptakan danau musiman atau kolam air sementara.

Para pemburu-pengumpul mungkin mengikuti rute air dan menggunakan petunjuk ukiran untuk menemukan tempat bertahan hidup.

Beberapa gambar unta menunjukkan karakteristik musim kawin, dengan otot leher tegang.

Ukiran juga menampilkan binatang lain seperti aurochs (hewan mirip sapi liar), gazel, dan hewan liar lainnya.

Gaya ukiran berubah seiring waktu — dari bentuk sederhana ke gaya yang lebih naturalistik dan kemudian bergaya “kartun”.

Beberapa ukiran manusia awalnya dibuat kemudian dilapisi dengan ukiran hewan di atasnya.

Alat batu yang ditemukan di sekitar area menyerupai alat yang berkembang di wilayah Levant (Timur Tengah).

Hal ini menunjukkan adanya koneksi budaya atau pertukaran ide antara komunitas di Arab Saudi dan kawasan sekitarnya.

Ukiran semacam ini memperluas pemahaman bahwa manusia sudah menghuni wilayah gurun jauh lebih awal daripada yang diduga sebelumnya.

Penemuan ini membantu mengisi “celah arkeologi” di bagian dalam Semenanjung Arab yang sebelumnya minim bukti.

Studi ini diterbitkan di jurnal Nature Communications. (aak)

Editor : Richard Lawongan
#oasis kuno #rock art #ukiran batu #Arab Saudi #arkeologi #manusia purba