Berita Terbaru Business Ekbis Ekonomi & Bisnis Fakfak Feature Gedung Bintang Hiburan Hukum & Kriminal Humaniora Internasional Kesehatan Kota Sorong Lifestyle & Teknologi Manokwari Selatan Nasional News Nusantara Olahraga Opini Otomotif Papua Raya Pegunungan Arfak Publika Publika & Politik Sorong Selatan Tambrauw Teluk Bintuni Teluk Wondama Teropong

Permainan Berubah Jadi Harta: Bros Romawi 2.000 Tahun Ditemukan di Dorset

Prisilia Rumengan • Kamis, 2 Oktober 2025 | 09:57 WIB
Members of the Institute of Archaeology of the Russian Academy of Sciences (IA RAS) expedition reported this unique find on VKontakte
Members of the Institute of Archaeology of the Russian Academy of Sciences (IA RAS) expedition reported this unique find on VKontakte

RADARPAPUA ‒ Seorang detektor-hobiis di Dorset menemukan sebuah bros Romawi berusia sekitar 2.000 tahun yang pada awalnya ia kira sebagai mainan anak menurut Arkeonews 

Bros tersebut ditemukan di ladang yang baru saja dibajak dekat Dorchester oleh Martin Williams yang selama empat tahun terakhir gemar menggunakan detektor logam di ladang-ladang sekitar tempat tinggalnya 

Waktu itu Williams melihat benda kecil yang mirip lencana atau mobil mainan, tetapi setelah dibersihkan di rumah, ia menyadari bahwa benda itu terbuat dari perunggu dan padahal artefak tua yang berharga

Bros tersebut diperkirakan dibuat antara 1.800 dan 2.000 tahun lalu selama masa kekuasaan Romawi di Britania (43-410 Masehi) 

Penemuan ini dianggap sangat langka di Dorset karena jenis bros seperti ini tidak sering muncul di wilayah tersebut

Meskipun ladang itu tidak dilewati oleh jalan Romawi yang diketahui, keberadaan gereja abad pertengahan yang terbengkalai di dekatnya mungkin menunjukkan jalur komunal atau rute pemindahan barang di masa lampau 

Baca Juga: Sabu Disk: Misteri Artefak Mesir Kuno Berusia 5.000 Tahun yang Bikin Peneliti Bingung

Sebelumnya di ladang yang sama sudah ditemukan banyak artefak seperti 14 kepala kapak Zaman Perunggu yang sekarang koleksi British Museum, lebih dari 30 koin Romawi, dan dua cincin posie abad pertengahan yang bernilai tinggi 

Eksperimen membersihkan bros tersebut sangat menentukan karena Williams hampir membuangnya ke tumpukan besi bekas sebelum menyadari bahwa itu bukan barang remeh 

Bros fungsinya bukan hanya sebagai hiasan, tetapi juga sebagai pengait pakaian, dan sering digunakan sebagai simbol status sosial atau identitas pemakainya di Romawi Britania 

Penemuan ini menambah bukti bahwa kehidupan sehari-hari di Britania Romawi lebih kaya dan beragam daripada yang sering dibayangkan, termasuk akses ke barang-barang dekoratif di komunitas pedesaan 

Williams menggunakan detektor logam bekas senilai sekitar £600 dan menghabiskan banyak waktu luangnya di ladang-ladang, berharap menemukan sesuatu yang terlupakan oleh waktu 

Menurut hukum Inggris di bawah Treasure Act 1996, temuan yang berusia lebih dari 300 tahun harus dilaporkan agar bisa dinyatakan harta karun dan potensial dimuseumkan 

Jika bros ini diklasifikasikan sebagai “treasure”, maka bisa jadi museum akan membelinya dan Williams serta pemilik tanah mendapatkan imbalan 

Ahli lokal menyebut bahwa kondisi pelestarian bros ini cukup baik mengingat biasanya benda perunggu sudah banyak korosi di tanah ladang 

Meski begitu, beberapa bagian kecil sudah aus dan putus, terutama bagian penahan pin atau kaitnya yang tipis dan mudah pecah

Bros ini memperlihatkan desain artistik Romawi yang sederhana tetapi elegan, cocok digunakan dalam kehidupan sehari-hari serta memiliki unsur estetika yang diperhatikan pemakainya 

Penemuan ini juga menarik perhatian komunitas detektor logam karena menunjukkan bahwa benda bersejarah bisa saja ada di tempat-tempat yang dianggap sudah biasa atau tidak menarik 

Masyarakat sekitar menyambut antusias berita ini; beberapa menyebutnya sebagai bukti bahwa sejarah lokal mereka menyimpan banyak rahasia yang masih tertanam di tanah luar kota 

Kini bros tersebut dalam pengawasan otoritas lokal sambil proses verifikasi untuk menentukan status hukum, konservasi, dan kemungkinan dipamerkan

(AR)

Editor : Prisilia Rumengan
#artefak #britania raya #bros #koin #Britania #Britania Kuno