RADARPAPUA - Tutankhamun adalah salah satu firaun Mesir kuno yang paling dikenal masyarakat modern.
Ia memerintah pada periode New Kingdom dan menjadi raja sejak usia muda.
Makamnya ditemukan dalam keadaan relatif utuh di Lembah Para Raja pada tahun 1922.
Penemuan itu menarik perhatian dunia karena harta dan artefak yang ditemukan bersamanya.
Tutankhamun sering disebut “the boy king” karena usianya yang muda saat memerintah.
Selama pemerintahannya, ia dan penasihatnya bekerja untuk mengembalikan agama tradisional Mesir setelah periode monoteisme eksperimental.
Peubah-peubah keagamaan yang diperkenalkan pendahulunya, Akhenaten, banyak dibatalkan oleh Raja Tut.
Baca Juga: Kisah Asli “Dracula”: Vlad si Penusuk dari Wallachia
Nama awalnya adalah Tutankhaten, yang berhubungan dengan kultus Aten.
Setelah restorasi ke dewa-dewa tradisional, namanya berubah menjadi Tutankhamun.
Pada masa pemerintahannya, ia tidak memimpin kampanye militer besar karena usianya muda dan posisi politik yang lemah.
Beberapa catatan medis dan CT scan menunjukkan bahwa Raja Tut menderita masalah fisik, seperti kaki bengkok.
Analisis lebih baru menunjukkan bahwa malaria mungkin turut memicu kematiannya.
Ia meninggal sekitar usia 18-19 tahun dan tak sempat memiliki penerus langsung.
Setelah kematiannya, tahta diambil alih oleh Ay dan kemudian oleh Jenderal Horemheb.
Makam Tutankhamun adalah salah satu dari sedikit makam kerajaan yang relatif belum dirampok zaman kuno.
Dalam makamnya ditemukan peti mati emas, topeng kematian terkenal, dan berbagai benda hias dan ritual.
Karena makamnya yang relatif lengkap, Raja Tut menjadi lambang popularitas dan ketertarikan dunia terhadap Mesir kuno.
Quiz atau kuis tentang Tutankhamun sering dibuat agar pembaca menguji pengetahuan mereka tentang raja ini.
Dengan banyak pertanyaan trivia seputar kehidupannya, kita diajak mengenal lebih dalam sosok Raja Mesir itu. (aak)
Editor : Richard Lawongan