RADARPAPUA - Sebuah perusahaan asal Tiongkok berhasil mengembangkan robot dengan wajah yang tampak sangat mirip manusia.
Robot ini bisa berkedip, menggerakkan bibir, bahkan menganggukkan kepala layaknya manusia asli.
Dilansir dari Live Science, teknologi ini memanfaatkan sistem aktuator canggih untuk menggerakkan otot-otot sintetis di wajah robot.
Aktuator adalah komponen mekanis yang berfungsi seperti otot buatan, sehingga robot bisa meniru ekspresi manusia.
Perusahaan tersebut mendesain wajah robot dengan detail tinggi sehingga terlihat hampir realistis.
Mata robot bisa bergerak luwes, menatap ke arah tertentu, bahkan berkedip dengan ritme alami.
Selain itu, mulut robot juga bisa bergerak seperti sedang berbicara atau bereaksi.
Baca Juga: Wamenkomdigi: AI Jadi Kunci Masa Depan Industri Telekomunikasi Indonesia
Menurut peneliti, tujuan utama teknologi ini adalah untuk memperdalam interaksi manusia dengan mesin.
Robot dengan wajah mirip manusia diharapkan lebih mudah diterima dalam kehidupan sehari-hari.
Namun, beberapa orang menganggap tampilan robot ini agak menyeramkan atau disebut efek "uncanny valley".
Istilah uncanny valley menjelaskan rasa tidak nyaman ketika melihat robot yang terlalu mirip manusia, tapi tetap terlihat buatan.
Meski demikian, teknologi ini punya potensi besar untuk digunakan di bidang hiburan, pelayanan, hingga perawatan lansia.
Robot semacam ini bisa menjadi asisten yang ramah karena ekspresinya lebih manusiawi.
Selain itu, wajah robot yang realistis bisa dipakai untuk simulasi medis atau latihan psikologi.
Dilansir dari Live Science, teknologi ini masih dalam tahap pengembangan namun sudah menarik banyak perhatian.
Beberapa video uji coba menunjukkan bagaimana wajah robot berkedip dan berkedut dengan detail mengejutkan.
Perusahaan mengklaim bahwa robot ini bisa menjadi dasar dari humanoid masa depan.
Para peneliti percaya langkah ini akan membawa robot semakin dekat dengan kehidupan manusia.
Meski terlihat menyeramkan bagi sebagian orang, robot wajah realistis ini membuka babak baru di dunia robotika. (aak)
Editor : Richard Lawongan