RADARPAPUA - Sebuah makam batu besar berusia sekitar 5.000 tahun ditemukan di Malaga, Spanyol.
Para peneliti menyebut bangunan ini sebagai dolmen, struktur batu besar khas zaman prasejarah.
Makam ini memiliki panjang sekitar 13 meter dan kondisinya masih sangat terawat.
Profesor Serafín Becerra dari Universitas Cádiz menyebut dolmen ini salah satu yang paling lengkap di Andalusia.
Menurutnya, temuan ini bisa membuka wawasan baru tentang kehidupan dan kepercayaan manusia masa lampau.
Co-direktur proyek, Eduardo Vijande, mengatakan dolmen ini sangat istimewa karena pelestariannya luar biasa.
Bagian dalam makam memiliki ruang-ruang kecil yang disebut kompartemen.
Baca Juga: Harta Karun Kapal Karam Abad ke-18 Ditemukan Lagi di Florida
Setiap ruang dibentuk oleh batu tegak setinggi lebih dari dua meter yang disebut orthostat.
Di dalamnya ditemukan sisa-sisa manusia dan berbagai barang berharga.
Barang-barang itu termasuk gading, batu amber, kerang laut, serta alat dari batu api seperti pisau dan anak panah.
Ada juga senjata unik berbentuk kapak besar dua tangan yang disebut halberd.
Keberadaan kerang laut di makam pedalaman menunjukkan adanya jaringan perdagangan jarak jauh.
Para ahli yakin laut saat itu dianggap simbol kemakmuran dan status tinggi.
Dolmen ini juga ditutup dengan batu besar dan gundukan pasir kecil yang disebut tumulus.
Penemuan ini dilakukan di daerah La Lentejuela, dekat kota Teba, Malaga.
Diperkirakan, makam ini berasal dari akhir Zaman Neolitikum atau awal Zaman Tembaga.
Temuan ini juga menunjukkan kemampuan teknik tinggi masyarakat masa itu.
Arkeolog berharap dolmen ini bisa menjelaskan cara hidup dan sistem sosial zaman kuno.
Penemuan ini menambah daftar panjang situs megalitik penting di Spanyol seperti Dolmen Guadalperal.
Temuan baru ini membuktikan bahwa manusia ribuan tahun lalu sudah memiliki budaya dan organisasi yang maju. (aak)
Editor : Richard Lawongan