RADARPAPUA – Arkeolog di situs kuno Sagalassos, distrik Ağlasun, Burdur, Turkiye menemukan panel relief marmer dari Afyon yang menggambarkan dewa sphinx Mesir, Tutu, dalam dekorasi “Egyptianizing” di dalam kompleks bath-gymnasion Romawi menurut Arkeonews
Panel-panel relief itu ditemukan pertama kali pada 2004 di frigidarium utara (ruang dingin) dari Bath-Gymnasion, dan pengkajian ulang baru-baru ini oleh tim yang dipimpin Prof. Dr. Peter Talloen mengonfirmasi bahwa gambar-gambar tersebut adalah bagian dari dekorasi bergaya Mesir
Material relief adalah marmer Afyon (juga dikenal sebagai Docimian marble) yang dipahat menggunakan teknik insisi (engraving), bukan relief tinggi, menunjukkan penggunaan marmer lokal untuk menghasilkan motif asing secara artistik dan simbolis
Panel memperlihatkan Dewa Tutu di pusat, disertai dengan figur-figur samping seperti Horus dan Sobek yang melambangkan kekuasaan kerajaan dan kekuatan pelindung Mesir dalam konteks simbolik
Baca Juga: Jejak Pinggiran Kota Glasgow Abad Pertengahan Terungkap di Bawah Gallowgate
Ikonografi termasuk mahkota atas dan bawah Mesir, motif pintu atau lintel, serta posisi figur yang menunjukkan pengetahuan simbolisme kerajaan Mesir yang rumit dan adaptasi oleh masyarakat Romawi Anatolia
Bagian dekorasi ini tampaknya bukan bagian dari kuil pemujaan untuk Tutu, tetapi dekoratif dalam ruang publik mandi Romawi, menekankan tema perlindungan, kepemimpinan, dan simbol kekuasaan dalam konteks artistik pamungkas
Sagalassos sendiri memiliki sejarah panjang sebagai kota Anatolia yang makmur di era Romawi; situs ini terlindung dengan baik karena lapisan tanah dan aktivitas seismik yang kemudian menutup beberapa area sehingga artefak tetap terlindungi dari kerusakan besar
Teknik pahat menggunakan insisi pada lapisan tipis marmer memungkinkan detail halus tanpa memakai relief berat, juga menunjukkan bahwa dekorasi ini kemungkinan pernah dipoles atau diberi warna, meskipun pewarnaan asli belum ditemukan
Penemuan ini memperluas pemahaman bahwa motif Mesir tidak hanya tersebar di pusat kekuasaan, tetapi juga masuk ke kota-kota provinsi di Anatolia sebagai bagian dari budaya visual dan simbolis di bawah pemerintahan Romawi
Prof. Talloen menyebut bahwa pertukaran budaya ini kemungkinan terjadi melalui perdagangan, pengiriman barang, dan pertukaran artistik antara Anatolia dan Mesir, termasuk keramik, tekstil, dan dekorasi monumental
Relief ini memberi bukti bahwa marmer Afyon sangat dihargai; kota Sagalassos dikenal menggunakan marmer lokal ini dalam berbagai bangunan monumental dan dekoratif lainnya
Penanggalan dekorasi ini diperkirakan pada abad ke-2 hingga ke-3 Masehi, berdasarkan periode pembangunan dan dekorasi kompleks mandi serta gaya artistik relief yang cocok dengan fase dekorasi Romawi awal-tengah di Anatolia
Keadaan penggalian dan konservasi sekarang memungkinkan panel-panel ini diangkat dan diteliti lebih lanjut, termasuk analisis jejak pigmen dan kontrol detail ukiran alat agar diketahui bagaimana proses pembuatannya
Pengkajian ini membuka kemungkinan bahwa ada lebih banyak contoh dekorasi Egyptizing yang belum dikenali di kota-kota Anatolia lainnya, terutama yang menggunakan teknik serupa dan bahan lokal seperti marmer Afyon
Masyarakat Sagalassos dan institusi pemelihara budaya Turkiye menyambut penemuan ini sebagai bagian penting dari warisan artistik dan sejarah silang budaya yang memperkaya identitas lokal dan regional
(AR)
Editor : Prisilia Rumengan