Berita Terbaru Business Ekbis Ekonomi & Bisnis Fakfak Feature Gedung Bintang Hiburan Hukum & Kriminal Humaniora Internasional Kesehatan Kota Sorong Lifestyle & Teknologi Manokwari Selatan Nasional News Nusantara Olahraga Opini Otomotif Papua Raya Pegunungan Arfak Publika Publika & Politik Sorong Selatan Tambrauw Teluk Bintuni Teluk Wondama Teropong

Setelah 20 Tahun, Makam Firaun Amenhotep III di Lembah Para Raja Kembali Dibuka

Prisilia Rumengan • Senin, 6 Oktober 2025 | 18:43 WIB

Artefak yang dipugar terlihat di makam Amenhotep III, yang memerintah Mesir kuno antara tahun 1390 SM dan 1350 SM, di Lembah Para Raja di kota selatan Luxor, Mesir.
Artefak yang dipugar terlihat di makam Amenhotep III, yang memerintah Mesir kuno antara tahun 1390 SM dan 1350 SM, di Lembah Para Raja di kota selatan Luxor, Mesir.

RADARPAPUA - Setelah tertutup lebih dari dua dekade, Mesir akhirnya membuka kembali makam megah Firaun Amenhotep III di kota Luxor. Langkah ini menjadi bagian dari persiapan menuju pembukaan resmi Grand Egyptian Museum di Kairo, yang dijadwalkan pada 1 November mendatang.

Makam yang berusia lebih dari 3.300 tahun itu terletak di sisi barat Lembah Para Raja. Ditemukan pada 1799, makam ini sempat dijarah hingga kehilangan banyak harta, termasuk sarkofagus sang firaun. Sejak awal 2000-an, situs bersejarah ini menjalani restorasi besar-besaran yang dipimpin tim ahli dari Jepang.

Menurut Mohamed Ismail, Sekretaris Jenderal Dewan Tertinggi Purbakala Mesir, proyek restorasi tersebut terdiri dari tiga tahap besar. Prosesnya mencakup pemugaran lukisan-lukisan Amenhotep III dan istrinya, Ratu Tiye, yang menghiasi dinding ruang pemakaman. Kini, pengunjung bisa melihat kembali keindahan warna dan detail yang sempat pudar oleh waktu.

Makam ini memiliki struktur unik: lorong sepanjang 36 meter yang menurun hingga 14 meter ke bawah tanah. Di ujungnya terdapat ruang utama untuk Amenhotep III, serta dua ruang lain bagi permaisurinya, Tiye dan Sitamun. Tidak seperti makam lain di Lembah Para Raja, hiasannya tidak sepenuhnya selesai, namun tetap menampilkan kisah spiritual dari Book of the Dead—panduan bagi arwah menuju alam baka.

Meski makamnya kini terbuka, jasad Amenhotep III tak lagi bersemayam di sana. Para pendeta kuno memindahkan muminya ke makam sang kakek, Amenhotep II, untuk melindunginya dari perampokan. Mumi yang telah rusak parah itu kini dipajang di Museum Peradaban Mesir bersama 16 mumi firaun lainnya.

Amenhotep III, dikenal sebagai “Amenhotep Agung”, adalah salah satu penguasa terbesar Dinasti ke-18. Ia naik tahta di usia belasan tahun dan memerintah hingga 38 tahun. Di masanya, Mesir mencapai puncak kejayaan dalam arsitektur, seni, dan diplomasi. Pembukaan kembali makamnya menjadi simbol penghormatan terhadap warisan besar tersebut.

Dengan dibukanya kembali makam Amenhotep III dan segera hadirnya Grand Egyptian Museum, Mesir berharap sektor pariwisata kembali bangkit. Setelah sempat terpukul akibat gejolak politik pasca-2011, keajaiban peninggalan firaun diharapkan kembali memikat wisatawan dari seluruh dunia.(aj)

Editor : Prisilia Rumengan
#raja #Mesir kuno #arkeologi #sejarah