Berita Terbaru Business Ekbis Ekonomi & Bisnis Fakfak Feature Gedung Bintang Hiburan Hukum & Kriminal Humaniora Internasional Kesehatan Kota Sorong Lifestyle & Teknologi Manokwari Selatan Nasional News Nusantara Olahraga Opini Otomotif Papua Raya Pegunungan Arfak Publika Publika & Politik Sorong Selatan Tambrauw Teluk Bintuni Teluk Wondama Teropong

OpenAI Jadi Startup Termahal Dunia, Geser SpaceX dan ByteDance

Prisilia Rumengan • Senin, 6 Oktober 2025 | 18:46 WIB

Logo OpenAI muncul di ponsel di depan layar komputer dengan data biner acak, 9 Maret 2023, di Boston.
Logo OpenAI muncul di ponsel di depan layar komputer dengan data biner acak, 9 Maret 2023, di Boston.

RADARPAPUA - OpenAI kini resmi menyandang predikat sebagai startup paling bernilai di dunia, melampaui SpaceX milik Elon Musk dan ByteDance, induk perusahaan TikTok. Status ini diperoleh setelah penjualan saham sekunder senilai 6,6 miliar dolar AS, yang sebagian besar berasal dari saham karyawan lama dan baru.

Transaksi besar ini mendorong valuasi OpenAI hingga mencapai 500 miliar dolar AS, menurut sumber internal yang mengetahui kesepakatan tersebut. Para investor yang ikut dalam pembelian saham meliputi Thrive Capital, Dragoneer Investment Group, T. Rowe Price, SoftBank dari Jepang, serta MGX dari Uni Emirat Arab.

Kenaikan valuasi ini mencerminkan optimisme besar terhadap masa depan teknologi kecerdasan buatan (AI). Namun, di sisi lain, juga memunculkan kekhawatiran akan terjadinya AI bubble—jika inovasi generatif dari OpenAI dan para pesaingnya gagal memenuhi ekspektasi para investor yang telah menanamkan miliaran dolar.

CEO OpenAI, Sam Altman, menanggapi isu tersebut dengan tenang. Dalam kunjungannya ke kompleks pusat data raksasa Stargate di Abilene, Texas, ia mengatakan bahwa industri ini memang akan mengalami “booms and busts”—masa euforia dan kejatuhan. “Kita akan membuat beberapa keputusan modal yang bodoh, tapi dalam jangka panjang, teknologi ini akan mendorong pertumbuhan ekonomi yang belum pernah terjadi sebelumnya,” ujarnya.

Hanya dalam seminggu terakhir, OpenAI juga memperluas bisnisnya dengan dua langkah besar: kemitraan bersama Etsy dan Shopify untuk belanja daring lewat ChatGPT, serta peluncuran aplikasi sosial Sora untuk membuat dan berbagi video AI. Kedua langkah ini mempertegas ambisi OpenAI untuk memperluas ekosistem produknya di luar chatbot.

Meski nilainya meroket, OpenAI masih menghadapi tantangan struktural. Unit for-profit yang kini bernilai setengah triliun dolar itu secara teknis masih berada di bawah kendali lembaga nonprofit OpenAI, yang diwajibkan menjalankan misi sosialnya. Regulasi dari negara bagian California dan Delaware kini tengah mengawasi hubungan kompleks antara kedua entitas tersebut.

Selain kemitraan besar dengan Oracle, SoftBank, dan Nvidia untuk mendukung proyek data center Stargate, OpenAI juga mulai mengurangi ketergantungannya pada Microsoft. Di sisi sosial, perusahaan membuka pendanaan sebesar 50 juta dolar bagi organisasi nonprofit yang ingin mengembangkan proyek peningkatan pemahaman publik tentang AI.

Dengan valuasi setara perusahaan raksasa publik seperti ExxonMobil dan Visa, OpenAI kini berada di persimpangan penting: antara idealisme penelitian AI dan kekuatan ekonomi yang siap mengubah arah masa depan teknologi dunia.(aj)

Editor : Prisilia Rumengan
#Chat GPT #Open AI #Teknologi #start up