Berita Terbaru Business Ekbis Ekonomi & Bisnis Fakfak Feature Gedung Bintang Hiburan Hukum & Kriminal Humaniora Internasional Kesehatan Kota Sorong Lifestyle & Teknologi Manokwari Selatan Nasional News Nusantara Olahraga Opini Otomotif Papua Raya Pegunungan Arfak Publika Publika & Politik Sorong Selatan Tambrauw Teluk Bintuni Teluk Wondama Teropong

Transformasi TNI Menuju Era Smart Defence: Integrasi AI dan Teknologi Digital Tingkatkan Kesiapan Pertahanan Nasional

Prisilia Rumengan • Selasa, 7 Oktober 2025 | 19:41 WIB
Prajurit TNI-Polri saat mengikuti apel gelar pasukan operasi di kawasan Monas, Jakarta, Senin (17/4/2023). (FOTO:MIFTAHUL HAYAT/JAWA POS)
Prajurit TNI-Polri saat mengikuti apel gelar pasukan operasi di kawasan Monas, Jakarta, Senin (17/4/2023). (FOTO:MIFTAHUL HAYAT/JAWA POS)

RADARPAPUA - Indonesia tengah melangkah ke era baru dalam dunia pertahanan dengan mengintegrasikan teknologi digital dan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) ke dalam sistem militernya.

Langkah ini dikenal dengan konsep Smart Defence, yaitu sistem pertahanan cerdas yang mengandalkan teknologi mutakhir untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi operasi TNI.

Menurut laporan dari OpenGov Asia, implementasi Smart Defence dilakukan sebagai bagian dari transformasi digital besar-besaran di tubuh TNI.

Salah satu fokus utama dari transformasi ini adalah pemanfaatan big data dan AI dalam sistem intelijen serta analisis ancaman.

Teknologi ini memungkinkan TNI untuk mendeteksi potensi ancaman lebih cepat dan merespons situasi dengan tingkat akurasi yang lebih tinggi.

Selain itu, TNI juga sedang mengembangkan sistem komunikasi militer berbasis satelit yang lebih aman dan cepat.

Baca Juga: TikTok Kembali Beroperasi di Indonesia Setelah Serahkan Data Aktivitas Pengguna ke Pemerintah

Langkah ini diharapkan dapat memperkuat koordinasi antar satuan di berbagai wilayah, termasuk daerah terpencil dan perbatasan.

Menurut OpenGov Asia, transformasi ini tidak hanya soal modernisasi alat, tetapi juga mencakup peningkatan kemampuan sumber daya manusia TNI.

TNI kini mulai melatih personel dalam bidang teknologi informasi, keamanan siber, dan analisis data strategis.

Dengan adanya program pelatihan digital, setiap prajurit diharapkan mampu memahami dasar teknologi cerdas yang digunakan dalam operasi militer.

Implementasi Smart Defence juga berperan dalam memperkuat keamanan nasional dari ancaman siber yang terus meningkat.

Beberapa proyek riset bersama juga telah dijalin antara TNI dan lembaga teknologi nasional seperti BPPT dan BRIN.

Kolaborasi ini bertujuan mengembangkan sistem pertahanan otonom berbasis AI dan robotika militer.

Indonesia ingin memastikan bahwa kemandirian teknologi pertahanan dapat tercapai tanpa ketergantungan dari negara lain.

Selain itu, TNI juga tengah menyiapkan pusat data militer nasional untuk mendukung ekosistem Smart Defence secara terintegrasi.

Transformasi ini menjadi bagian dari visi jangka panjang pemerintah dalam mewujudkan pertahanan adaptif di era digital.

Dengan adanya integrasi teknologi dan AI, kekuatan TNI tidak hanya terletak pada jumlah pasukan, tetapi juga kecerdasan sistemnya.

Para pengamat militer menilai langkah ini sebagai lompatan besar menuju pertahanan modern setara dengan negara-negara maju.

Era Smart Defence menunjukkan bahwa Indonesia siap memasuki babak baru dalam keamanan nasional berbasis inovasi teknologi. (AR)

Editor : Prisilia Rumengan
#TNI #pertahanan #keamana siber #keamanan #Inovasi #SMART #AI