RADARPAPUA - Intel kembali menegaskan posisinya di dunia komputasi mobile dengan meluncurkan prosesor Intel Core Ultra 7 255H, yang menjadi otak di balik laptop Honor MagicBook Art 14 2025.
Chip ini membawa lompatan besar dari pendahulunya, Core Ultra 7 155H, berkat penggunaan node 3nm TSMC N3B lebih efisien dari proses 7nm Intel dan bahkan menyalip prosesor berbasis 4nm milik Snapdragon X Elite.
Prosesor ini memiliki 16 inti fisik dengan konfigurasi 6 inti performa, 8 inti efisiensi, dan 2 inti daya rendah.
Kecepatan puncaknya mencapai 5,1GHz, sementara cache sebesar 24MB memastikan performa yang stabil di berbagai beban kerja.
Untuk grafis, Intel menanamkan GPU Arc 140T dengan delapan inti Xe berkecepatan 2,25GHz, mendukung teknologi Ray Tracing, DirectX 12.2, dan OpenCL 3.0.
Menariknya, chip ini juga dibekali Intel AI Boost NPU yang mampu menghasilkan 13 TOPS untuk pemrosesan kecerdasan buatan.
Dalam pengujian di Geekbench 6, Core Ultra 7 255H mencatat skor 2702 poin single-core dan 14.357 poin multi-core, melampaui Ryzen AI 9 365 dan bahkan Snapdragon X Elite di beberapa pengujian. Hasil Passmark memperlihatkan skor 31.863, atau sekitar 23% lebih tinggi dibanding Core Ultra 7 155H.
Untuk grafis, performanya mendekati GPU laptop kelas menengah seperti NVIDIA RTX 3050 dan AMD RX 6600. Dalam pengujian gim, MagicBook Art 14 2025 mampu mencatat 36fps di Cyberpunk 2077 (1080p rendah), 40fps di F1 25 (1080p tinggi), serta 60fps stabil di Civilization VI. Hal ini menunjukkan bahwa laptop tipis kini mampu bersaing dalam performa gaming ringan hingga menengah.
Dari sisi termal, prosesor ini cukup stabil. Dalam uji stres satu jam, frekuensi bertahan di kisaran 1,3–1,6GHz dengan suhu tetap di bawah 50°C.
Menariknya, sistem pendingin Honor memilih keseimbangan antara keheningan dan performa, menjadikan kipas hampir tidak terdengar di lingkungan kantor.
Uji baterai menunjukkan hasil baik meski belum seefisien versi ARM. MagicBook Art 14 2025 mampu bertahan 6 jam 40 menit pada browsing 400 nits, 8 jam 10 menit pada 200 nits, dan 7 jam untuk streaming YouTube pada 400 nits. Sebagai perbandingan, versi Snapdragon mampu mencapai 10 jam untuk aktivitas serupa.
Secara keseluruhan, Intel Core Ultra 7 255H menghadirkan kombinasi yang solid antara kecepatan tinggi, efisiensi energi, serta dukungan AI dan grafis modern.
Prosesor ini menunjukkan bahwa Intel masih menjadi pemain utama dalam ekosistem laptop performa tinggi.(Sil)
Editor : Prisilia Rumengan