Berita Terbaru Business Ekbis Ekonomi & Bisnis Fakfak Feature Gedung Bintang Hiburan Hukum & Kriminal Humaniora Internasional Kesehatan Kota Sorong Lifestyle & Teknologi Manokwari Selatan Nasional News Nusantara Olahraga Opini Otomotif Papua Raya Pegunungan Arfak Publika Publika & Politik Sorong Selatan Tambrauw Teluk Bintuni Teluk Wondama Teropong

PlayStation Portal: Dari Perangkat Membingungkan Menjadi Handheld Cloud Gaming yang Mulai Masuk Akal

Prisilia Rumengan • Selasa, 18 November 2025 | 17:41 WIB

 

Cloud gaming membuat Portal jauh lebih bermanfaat, tetapi hanya untuk pelanggan PlayStation Plus.
Cloud gaming membuat Portal jauh lebih bermanfaat, tetapi hanya untuk pelanggan PlayStation Plus.

RADARPAPUA - Saat pertama kali rilis, PlayStation Portal dianggap sebagai perangkat aneh dan membingungkan. Ia hanya bisa streaming dari PS5, tanpa Bluetooth, dan dibanderol cukup mahal di harga $200. Ditambah lagi, kualitas Remote Play sangat bergantung pada jaringan rumah yang tidak selalu stabil. Namun semuanya berubah setelah Sony menambahkan fitur cloud gaming untuk PS Plus Premium.

Mulai 2024, Portal mampu memainkan game PS Plus langsung dari cloud, dan kini juga bisa streaming game yang kamu miliki. Dengan harga tetap $200, perangkat ini jadi alternatif lebih murah dibanding PS5 Digital Edition yang kini melonjak menjadi $500. Meski butuh langganan Premium, fitur ini membuat Portal terasa jauh lebih fungsional.

Dalam penggunaan nyata, PlayStation Portal terbukti sangat nyaman untuk cloud gaming. Masuk ke Ghost of Yotei hanya memerlukan 15–30 detik, dan gameplay berjalan mulus tanpa lag. Pilihan mode grafis 30 fps atau 60 fps tetap tersedia. Walau layar dan speaker tidak ideal untuk game sinematik, pengalaman bermainnya tetap memuaskan.

Sayangnya, Remote Play masih menjadi sumber frustrasi. Portal sering gagal membangunkan PS5 dari standby, sehingga pengguna harus menyalakan konsol secara manual. Meski koneksi cepat, stuttering tetap muncul pada momen intens. Ini membuat Remote Play terasa kurang bisa diandalkan, bahkan dengan jaringan Wi-Fi terbaik.

Ironisnya, Portal justru lebih stabil saat streaming dari server cloud ribuan kilometer jauhnya dibanding dari PS5 yang ada di rumah. Ini menunjukkan kemajuan besar teknologi cloud gaming Sony. Namun tanpa koneksi internet stabil, Portal jadi perangkat yang tak berguna, terutama saat bepergian, di pesawat, atau hotel dengan jaringan lemah.

Dari sisi fisik, ukurannya termasuk besar dan kurang praktis untuk dibawa. Desainnya seperti tablet yang dipasangkan dengan controller DualSense. Ditambah lagi, ketiadaan Bluetooth membuat pengguna harus memakai perangkat audio khusus dari Sony. Speaker bawaannya pun kurang mendukung pengalaman audio mendalam.

Dengan baterai yang bertahan 4–5 jam, Portal menawarkan durasi yang cukup konsisten karena hanya melakukan decoding video. Meski bukan perangkat untuk semua gamer, pembaruan terbaru membuatnya lebih menarik bagi pengguna PS Plus Premium. Portal kini bukan lagi produk “aneh”, meski tetap belum mampu menjadi penerus PS Vita. (aj)

Editor : Prisilia Rumengan
#playstation #gaming #Teknologi #ps 5