Berita Terbaru Business Ekbis Ekonomi & Bisnis Fakfak Feature Gedung Bintang Hiburan Hukum & Kriminal Humaniora Internasional Kesehatan Kota Sorong Lifestyle & Teknologi Manokwari Selatan Nasional News Nusantara Olahraga Opini Otomotif Papua Raya Pegunungan Arfak Publika Publika & Politik Sorong Selatan Tambrauw Teluk Bintuni Teluk Wondama Teropong

Apple Bikin Mac Jadi “Superkomputer Mini” Lewat Clustering Thunderbolt 5

Prisilia Rumengan • Rabu, 19 November 2025 | 21:00 WIB

Anda dapat mengubah sekelompok Mac menjadi superkomputer AI di macOS Tahoe 26.2
Anda dapat mengubah sekelompok Mac menjadi superkomputer AI di macOS Tahoe 26.2

RADARPAPUA - Apple akhirnya memperkenalkan fitur yang bisa mengubah beberapa Mac menjadi satu sistem komputasi bersama. Lewat macOS Tahoe 26.2, pengguna dapat menghubungkan beberapa perangkat Mac melalui Thunderbolt 5 untuk membentuk cluster komputasi berlatensi rendah. Ini membuka pintu bagi pengembang dan peneliti untuk membangun “superkomputer mini” yang mampu menjalankan model AI raksasa secara lokal.

Fitur clustering ini sangat menarik bagi pekerjaan AI modern. Empat Mac Studio, masing-masing dengan memori unified hingga 512GB, bisa menjalankan model besar seperti Kimi-K2-Thinking berkekuatan 1 triliun parameter. Prosesnya jauh lebih efisien dibanding PC dengan GPU besar yang boros daya. Hanya dengan Thunderbolt 5, transfer data bisa mencapai 80Gb/s tanpa bottleneck seperti generasi sebelumnya.

Apple juga menekankan bahwa tidak diperlukan hardware tambahan. Cukup kabel Thunderbolt 5 standar, dan fitur ini bekerja pada Mac Studio, Mac mini M4 Pro, hingga MacBook Pro M4 Pro/Max. Bahkan perangkat yang sudah dimiliki perusahaan atau lab dapat dikombinasikan menjadi satu cluster komputasi yang kuat.

Dalam demo, empat Mac Studio menjalankan model besar tersebut melalui EXO 1.0 dari ExoLabs dengan konsumsi daya di bawah 500 watt. Angka ini jauh lebih hemat dibanding cluster GPU tradisional, di mana satu RTX 5090 saja dapat menggunakan daya lebih besar dari itu. Efisiensi energi ini membuat pendekatan Apple semakin menarik bagi kebutuhan riset dan AI generatif.

macOS Tahoe 26.2 juga membuka akses penuh MLX terhadap neural accelerator di chip M5, memberi peningkatan inferensi AI yang signifikan. Namun ironisnya, satu-satunya Mac bertenaga M5 saat ini—MacBook Pro 14 inci—masih terbatas di Thunderbolt 4, sehingga belum bisa menikmati fitur clustering terbaru.

Terlepas dari itu, kekuatan unified memory Apple Silicon sudah lama menjadi alasan para peneliti memilih Mac untuk proyek AI. Kini, kemampuan menggabungkan banyak unit Mac menjadi satu sistem komputasi hanya menambah daya tariknya. Meski Mac Studio 512GB RAM tidak murah, banyak perusahaan sudah memiliki perangkat-perangkat tersebut dan dapat memanfaatkannya tanpa membeli sistem baru.

Dengan kemampuan baru ini, Apple tampaknya ingin membawa Mac ke era superkomputasi ringan yang lebih efisien, fleksibel, dan mudah diakses. Cluster Thunderbolt 5 mungkin menjadi langkah penting dalam menjadikan Mac sebagai pilihan utama untuk AI skala besar dalam ruang kerja modern.(Aj)

Editor : Prisilia Rumengan
#Mac Studio #Teknologi #apple #AI #Thunderbolt