RADARPAPUA - RedMagic 11 Pro kembali menggebrak pasar smartphone gaming dengan peningkatan yang signifikan. Menghadirkan chipset Snapdragon 8 Elite Gen 5, perangkat ini langsung diposisikan sebagai kandidat terkuat untuk gaming di akhir 2025. Bahkan, sebelum ASUS merilis ROG Phone generasi terbaru, RedMagic sudah mencuri start lebih dulu.
Yang membuatnya mencolok adalah perbedaan lineup antara pasar China dan global. Menariknya, model Pro+ di China adalah versi Pro untuk pasar internasional. Artinya, pengguna global benar-benar mendapatkan paket yang maksimal sejak awal rilis.
Daya tarik terbesar dari RedMagic 11 Pro ada pada sistem pendinginnya. Perangkat ini membawa kipas internal yang lebih kuat serta fitur tahan air dan debu. Namun yang membuatnya revolusioner adalah teknologi “liquid cooling pertama di smartphone mass production” yang meningkatkan stabilitas performa saat gaming berat.
Layarnya tetap mengusung panel AMOLED 6,85 inci 144Hz yang sudah terbukti tangguh di generasi sebelumnya. Tidak ada perubahan signifikan, tetapi performanya tetap memuaskan untuk gaming cepat maupun konsumsi multimedia. Kamera pun masih mengandalkan dua sensor 50MP di belakang dan kamera depan 16MP yang tersembunyi di bawah layar.
Bagian baterai mengalami lonjakan besar dengan kapasitas 7.500 mAh. Dukungan pengisian cepat 80W kabel dan 80W nirkabel membuatnya semakin fleksibel. Kehadiran wireless charging adalah peningkatan besar dibanding generasi sebelumnya, termasuk fitur reverse wireless charging yang akhirnya tersedia.
Tidak hanya pada hardware, Nubia juga memperkuat kemampuan gaming dengan speaker lebih baik, lampu RGB baru, chip RedCore R4 yang ditingkatkan, serta fitur gaming berbasis AI. Semua ini dirancang untuk memberikan pengalaman bermain yang lebih imersif dan stabil di berbagai skenario.
Di dalam paket penjualannya, RedMagic 11 Pro hadir lengkap dengan casing transparan, kabel USB-A ke USB-C, dan yang mengejutkan—bahkan versi Eropa pun tetap mendapatkan charger 80W bawaan. Ini jadi nilai plus besar di era ketika banyak brand memilih menghilangkan charger dari boks.(aj)
Editor : Prisilia Rumengan