RADARPAPUA - Meta, perusahaan yang membuat Facebook dan Instagram, berencana masuk ke bisnis perdagangan listrik. Mereka ingin melakukan ini supaya pembangunan pembangkit listrik baru bisa lebih cepat, karena pusat data Meta membutuhkan banyak energi untuk bekerja.
Menurut laporan Bloomberg, Meta dan Microsoft sedang meminta izin pemerintah supaya mereka boleh membeli dan menjual listrik. Dengan izin ini, Meta bisa membeli listrik dari pembangkit baru untuk jangka panjang, dan kalau listriknya berlebih, mereka bisa menjual sebagian ke pasar energi.
Kepala Energi Global Meta, Urvi Parekh, mengatakan bahwa para pembuat pembangkit listrik ingin tahu apakah perusahaan besar seperti Meta benar-benar mau ikut langsung dalam bisnis energi ini. Jika Meta tidak aktif, pembangunan listrik baru akan berjalan lebih lambat.
Meta memang butuh banyak listrik karena pusat datanya terus berkembang untuk mendukung teknologi seperti kecerdasan buatan (AI). Bloomberg mencontohkan bahwa setidaknya tiga pembangkit listrik baru bertenaga gas dibutuhkan hanya untuk pusat data Meta di Louisiana, AS.
Selain itu, Meta sudah menandatangani beberapa kesepakatan untuk mendapatkan 1 gigawatt listrik tenaga surya, dan sebelumnya juga membeli 600 megawatt listrik dari pembangkit surya di Texas yang rencananya mulai beroperasi pada 2027. (*)
Editor : Richard Lawongan