Berita Terbaru Business Ekbis Ekonomi & Bisnis Fakfak Feature Gedung Bintang Hiburan Hukum & Kriminal Humaniora Internasional Kesehatan Kota Sorong Lifestyle & Teknologi Manokwari Selatan Nasional News Nusantara Olahraga Opini Otomotif Papua Raya Pegunungan Arfak Publika Publika & Politik Sorong Selatan Tambrauw Teluk Bintuni Teluk Wondama Teropong

AI Baru Ubisoft Bikin NPC Bisa Ngobrol, Ngerti Visual, dan Jadi Rekan Tim Nyata

Prisilia Rumengan • Senin, 24 November 2025 | 19:33 WIB

Ubisoft membuat game prototipe dengan rekan tim AI yang dikendalikan suara
Ubisoft membuat game prototipe dengan rekan tim AI yang dikendalikan suara

RADARPAPUA - Ubisoft kembali mengejutkan dunia gaming dengan memperkenalkan “Teammates,” sebuah prototipe game yang menggabungkan kontrol suara, pemahaman visual, dan kecerdasan konteks. Proyek ini sudah dimainkan oleh ratusan tester dan menunjukkan bagaimana AI bisa menjadi rekan tim yang benar-benar responsif.

Dalam Teammates, pemain berperan sebagai anggota perlawanan di dunia distopia. Misi utamanya sederhana namun menantang: menyusup ke markas musuh untuk menemukan lima anggota tim yang hilang. Namun keberhasilan sangat bergantung pada kemampuan mengendalikan NPC berbasis AI.

Ubisoft menciptakan tiga karakter AI: Jaspar, Pablo, dan Sofia. Jaspar bertindak sebagai asisten sekaligus instruktur dalam game, sementara Pablo dan Sofia hadir sebagai robot yang benar-benar bergerak, melihat, dan merespons perintah pemain. Mereka bisa menyesuaikan setting game, membaca situasi, hingga membantu dalam momen krusial.

Yang membuat teknologi ini unik adalah pemahaman visualnya. Ketika pemain memberi perintah seperti “berdiri di belakang barel,” AI akan mempertimbangkan arah pandangan pemain dan memilih posisi terbaik. Tidak hanya patuh, tetapi mereka mencoba memahami niat pemain secara lebih mendalam.

Untuk pengalaman lebih personal, Ubisoft juga menguji opsi kepribadian berbeda bagi AI, termasuk pilihan lucu seperti “Bad Cat and Good Boy.” Dengan ini, cara AI berbicara dan bertindak bisa disesuaikan dengan selera pemain. Meski terkadang masih terlalu cerewet, fitur ini membuka kemungkinan interaksi yang lebih hidup.

Ubisoft menyebut teknologi ini sebagai pintu menuju pengalaman game yang benar-benar adaptif. Pemain turut membentuk reaksi karakter secara real time, sesuatu yang sulit dicapai dengan cara pengembangan tradisional. Teknologi ini bahkan sudah kompatibel dengan Snowdrop dan Anvil, dua engine utama Ubisoft.

Ke depan, Ubisoft berencana membawa teknologi Teammates ke lebih banyak proyek. Dengan feedback dari playtest, pengembang ingin menyempurnakan AI agar semakin natural dan imersif. Jika berhasil, masa depan game bisa menawarkan NPC yang bukan sekadar karakter, tetapi rekan tim yang terasa hidup.(aj)

Editor : Prisilia Rumengan
#Teknologi #team #Ubisoft #AI