Berita Terbaru Business Ekbis Ekonomi & Bisnis Fakfak Feature Gedung Bintang Hiburan Hukum & Kriminal Humaniora Internasional Kesehatan Kota Sorong Lifestyle & Teknologi Manokwari Selatan Nasional News Nusantara Olahraga Opini Otomotif Papua Raya Pegunungan Arfak Publika Publika & Politik Sorong Selatan Tambrauw Teluk Bintuni Teluk Wondama Teropong

Cameo Menang Gugatan Awal, Hakim Larang OpenAI Pakai Istilah “Cameo” di Sora

Prisilia Rumengan • Selasa, 25 November 2025 | 14:53 WIB

OpenAI tidak dapat menggunakan istilah
OpenAI tidak dapat menggunakan istilah

RADARPAPUA - Cameo meraih kemenangan penting dalam perselisihannya dengan OpenAI setelah hakim federal memberikan temporary restraining order. Hingga 22 Desember, OpenAI dilarang menggunakan kata “cameo” dalam fitur apa pun di aplikasi Sora.

Larangan tersebut juga mencakup istilah serupa seperti “Kameo” dan “CameoVideo”. Keputusan ini muncul setelah Cameo mengklaim bahwa penggunaan nama tersebut dapat membingungkan konsumen dan merusak identitas mereknya.

CEO Cameo, Steven Galanis, menyatakan kepuasan atas putusan tersebut, menyebutnya sebagai langkah penting untuk melindungi konsumen dari kebingungan yang dianggap timbul akibat tindakan OpenAI. Ia berharap keputusan sementara ini dapat menjadi permanen.

OpenAI menanggapi dengan menyatakan ketidaksetujuan terhadap klaim Cameo. Menurut juru bicara perusahaan, tidak ada pihak yang dapat mengklaim kepemilikan eksklusif atas kata umum seperti “cameo”, dan mereka siap melanjutkan pembelaan di pengadilan.

Cameo sebelumnya menggugat OpenAI pada Oktober lalu setelah upaya penyelesaian damai diklaim gagal. Startup tersebut menuduh fitur Sora berpotensi membuat publik mengira bahwa layanan itu terkait atau disetujui oleh Cameo.

Fitur cameo di Sora memungkinkan pengguna mengunggah wajah mereka agar dapat digunakan orang lain dalam video buatan AI. Fungsi ini menjadi pusat sengketa karena dianggap menyerupai layanan Cameo yang sudah lebih dulu dikenal luas.

Hakim Eumi K. Lee menjadwalkan sidang lanjutan pada 19 Desember untuk menentukan apakah perintah larangan ini akan dijadikan permanen. Perselisihan ini kemungkinan menjadi salah satu kasus penting terkait merek dagang di era teknologi AI generatif.(Aj)

Editor : Prisilia Rumengan
#Cameo #Open AI #Teknologi #Sora #AI