Berita Terbaru Business Ekbis Ekonomi & Bisnis Fakfak Feature Gedung Bintang Hiburan Hukum & Kriminal Humaniora Internasional Kesehatan Kota Sorong Lifestyle & Teknologi Manokwari Selatan Nasional News Nusantara Olahraga Opini Otomotif Papua Raya Pegunungan Arfak Publika Publika & Politik Sorong Selatan Tambrauw Teluk Bintuni Teluk Wondama Teropong

Metaverse Mengecil, Meta Alihkan Fokus ke AI

Richard Lawongan • Rabu, 10 Desember 2025 | 20:13 WIB

Meta dilaporkan akan memangkas pengeluaran untuk metaverse.
Meta dilaporkan akan memangkas pengeluaran untuk metaverse.

RADARPAPUA - Meta kembali mengevaluasi arah besar perusahaannya. Laporan Bloomberg menyebutkan bahwa divisi metaverse akan mengalami pemangkasan anggaran signifikan hingga 30 persen. Keputusan ini muncul setelah teknologi dunia virtual gagal menarik perhatian publik maupun investor.

Rencana pemangkasan ini disebut masih dalam tahap pembahasan, namun sumber internal menyebut potensi PHK bisa terjadi awal tahun depan. Produk seperti Horizon Worlds serta headset Quest menjadi bagian yang kemungkinan terdampak.

Langkah ini merupakan bagian dari perencanaan anggaran Meta untuk tahun 2026. Dalam serangkaian rapat di kediaman Mark Zuckerberg di Hawaii, tim metaverse diminta melakukan pemotongan lebih dalam dibanding divisi lain.

Meski masih percaya bahwa dunia virtual akan menjadi bagian penting masa depan, Zuckerberg tampaknya mengakui bahwa visi tersebut masih sangat jauh dari kenyataan. Sejak 2021, Reality Labs — rumah bagi proyek metaverse — telah membukukan kerugian lebih dari $70 miliar.

Selain tidak diminati konsumen, investor juga menilai metaverse sebagai proyek mahal tanpa hasil nyata. Pengguna pun lebih memilih VR untuk bermain singkat, bukan hidup dalam dunia virtual yang masih terasa asing dan kurang menarik.

Dengan menurunnya sorotan pada metaverse, Meta kini mengalihkan fokus ke teknologi AI. Perusahaan akan mempercepat pengembangan model bahasa besar, chatbot, serta perangkat keras yang terhubung AI, termasuk kacamata pintar Ray-Ban.

Perubahan strategi ini menunjukkan bahwa Meta berusaha menyeimbangkan visi jangka panjang dengan kebutuhan bisnis saat ini. AI, bukan metaverse, kini menjadi taruhan terbesar perusahaan untuk masa depan.(aj)

Editor : Richard Lawongan
#Teknologi #Metaverse #AI #Meta #vr