RADARPAPUA - Huawei kembali mempertegas posisinya di pasar ponsel lipat premium dengan meluncurkan Huawei Mate X7, penerus langsung Mate X6 yang membawa berbagai peningkatan signifikan di hampir seluruh sektor.
Peluncuran ini menjadi langkah strategis Huawei untuk terus bersaing di segmen flagship foldable meski masih berada di bawah bayang-bayang pembatasan teknologi dari Amerika Serikat.
Salah satu peningkatan paling menonjol dari Mate X7 adalah penggunaan chip Kirin 9030 Pro yang kini diproduksi dengan teknologi 6 nanometer.
Penyusutan proses fabrikasi ini disebut-sebut menjadi lompatan penting bagi Huawei karena mampu meningkatkan efisiensi daya sekaligus performa.
Chip tersebut mengusung prosesor 9-inti dengan dukungan multi-threading, yang oleh sejumlah aplikasi bahkan terbaca sebagai prosesor 14-inti. Untuk pengolahan grafis, Huawei membenamkan GPU Maleoon 935 yang diklaim memberikan peningkatan performa signifikan dibanding generasi sebelumnya.
Dari sisi desain, Huawei Mate X7 tampil lebih ramping namun tetap kokoh. Ketebalan bodi hanya sekitar 4,5 mm saat dibuka, dengan bobot 235 gram.
Huawei juga meningkatkan daya tahan perangkat ini dengan sertifikasi IP58 dan IP59, membuatnya lebih tahan terhadap debu serta semburan air bertekanan tinggi.
Untuk pasar internasional, Mate X7 tersedia dengan penutup belakang berbahan kulit sintetis yang ramah lingkungan.
Layar menjadi sektor lain yang mendapat perhatian besar. Mate X7 kini mengusung layar lipat LTPO OLED 8 inci dengan resolusi 2.210 x 2.416 piksel, mendukung 1 miliar warna serta refresh rate 120Hz.
Layar penutupnya berukuran 6,49 inci dengan resolusi Full HD+ dan refresh rate serupa. Kedua layar ini dilindungi Kunlun Glass generasi kedua, yang diklaim lebih tahan terhadap benturan dan goresan.
Pada sektor kamera, Huawei kembali mempertahankan reputasinya sebagai salah satu produsen dengan teknologi fotografi terbaik. Kamera utama Mate X7 menggunakan sensor RYYB 50MP berukuran besar dengan aperture variabel.
Kamera ini didukung kamera telefoto 50MP dengan zoom optik 3,5x dan zoom hibrida hingga 10x, serta kamera ultra lebar 40MP. Kombinasi ini dirancang untuk memberikan fleksibilitas tinggi dalam berbagai kondisi pemotretan, baik siang maupun malam.
Untuk menopang seluruh fitur tersebut, Huawei membekali Mate X7 dengan baterai berkapasitas sekitar 5.600mAh, lengkap dengan pengisian cepat kabel 66W dan nirkabel hingga 50W. Fitur pengisian daya balik juga tersedia untuk mengisi perangkat lain.
Meski demikian, beberapa keterbatasan akibat larangan AS masih terasa. Mate X7 menjalankan EMUI berbasis Android 12 AOSP tanpa dukungan Layanan Seluler Google secara bawaan.
Pengguna masih dapat memasang Google Play Store secara manual, meski dengan tingkat keberhasilan yang bervariasi. Selain itu, dukungan jaringan 5G juga masih belum tersedia secara penuh di sejumlah wilayah.
Dengan segala kelebihan dan keterbatasannya, Huawei Mate X7 tetap menjadi salah satu ponsel lipat paling menarik saat ini, terutama bagi pengguna yang mengutamakan desain, layar besar, performa tinggi, dan kemampuan kamera kelas atas.(Sil)
Editor : Prisilia Rumengan