RADARPAPUA - Pemerintah Amerika Serikat melalui FCC memberi izin kepada SpaceX untuk menambah 7.500 satelit Starlink baru di luar angkasa. Dengan izin ini, jumlah satelit Starlink yang boleh beroperasi di seluruh dunia menjadi sekitar 15.000 satelit.
Satelit-satelit baru ini akan membantu memperluas layanan internet cepat ke lebih banyak wilayah. FCC juga mengizinkan Starlink menggunakan lima jalur frekuensi berbeda agar koneksi internet lebih stabil.
Selain itu, satelit Starlink bisa langsung terhubung ke ponsel di luar Amerika Serikat. Di dalam negeri, Starlink juga dapat memberikan layanan tambahan untuk memperkuat jaringan internet.
Sebenarnya, SpaceX ingin menambah 15.000 satelit sekaligus. Namun, FCC baru menyetujui sebagian dan menunda izin untuk sisanya.
SpaceX harus meluncurkan setengah dari satelit yang disetujui sebelum akhir 2028, dan sisanya sebelum tahun 2031. Starlink adalah jaringan ribuan satelit kecil milik SpaceX, perusahaan milik Elon Musk, yang menyediakan internet cepat dengan sinyal stabil.
Teknologi Starlink sangat berguna untuk daerah terpencil yang sulit dijangkau kabel internet. Dengan Starlink, orang bisa menonton video, bermain gim online, dan melakukan panggilan video meski tinggal jauh dari kota.
Saat ini, layanan Starlink juga sudah tersedia di Indonesia. (*)
Editor : Richard Lawongan