RADARPAPUA - China meluncurkan teknologi kecerdasan buatan (AI) baru yang bisa menganalisis pengaruh cuaca terhadap pasar saham. AI ini dibuat untuk membantu mengurangi risiko kerugian akibat perubahan cuaca.
AI tersebut bernama Shangji atau “Stock” dan dikembangkan oleh Universitas Fudan bersama Badan Meteorologi China. Teknologi ini mempelajari data cuaca dunia dan data perdagangan saham di masa lalu.
Dengan data itu, AI Shangji bisa memperkirakan pergerakan harga saham dalam waktu dekat. AI ini juga dapat mengenali jenis usaha yang sangat dipengaruhi cuaca, seperti energi angin dan surya, pertanian, konstruksi, dan industri kimia.
Hasil uji coba menunjukkan bahwa prediksi AI ini cukup akurat dan stabil dari waktu ke waktu. Artinya, teknologi ini punya peluang besar untuk digunakan di dunia nyata.
AI ini bisa membantu perusahaan, bank, asuransi, dan investor agar lebih siap menghadapi risiko cuaca. Ke depannya, tim peneliti berencana mengembangkan AI ini agar bisa menganalisis jenis investasi lain seperti obligasi dan kontrak berjangka. (*)
Editor : Richard Lawongan